Upaya pelestarian dan pemantauan ekosistem terumbu karang di Asia Tenggara kian diperkuat melalui pendekatan kolaborasi berbasis sains. Dalam upaya tersebut, Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Pramaditya Wicaksono, S.Si., M.Sc., turut berpartisipasi dalam 2026 Marine Resources Initiative Regional Workshop yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (25/8/26).
Pertemuan ini difokuskan sebagai forum perumusan bersama (co-design) untuk meninjau hasil national scoping sekaligus menyelaraskan prioritas pemantauan nasional dengan agenda kawasan. Hal ini mengingat bahwa perairan Asia Tenggara memiliki keanekaragaman hayati laut yang kaya sekaligus rentan terhadap tekanan lingkungan dan perubahan iklim. Namun, tata kelola dan pemantauan ekosistem selama ini dihadapkan pada kesenjangan kapasitas teknis, aksesibilitas data, serta variasi metodologi antarnegara.

