Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama CSIRO Australia dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melaksanakan Workshop Water Accounting for Improved Basin Water Allocation pada Rabu (22/7/26) di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Sleman.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi kerja sama Serayu-Opak River Basin Data Collection dan Local Engagement for AWP Indonesia Water Accounting ini bertujuan untuk mendukung pengumpulan data dan memperkuat keterlibatan para pemangku kepentingan dalam penyusunan water accounting di wilayah DAS Progo.
Workshop tersebut diawali dengan penyampaian tujuan dan harapan pelaksanaan kegiatan, yang kemudian dilanjutkan dengan perkenalan tim dari CSIRO, Fakultas Geografi UGM dan BBWS Serayu Opak.
Tim dari Fakultas Geografi UGM yang terlibat aktif dalam kegiatan ini diantaranya Dr. Lintang Nur Fadlillah, S.Si., M.Sc., Dr. Ahmad Cahyadi, S.Si., M.Sc., Safura Intan Herlusia, S.Psi., M.Sc., Desnanda Luklu Chusnia, S.Si., Febriyanti Paramesthi, Ananda Kris Setyaningsih, Desti Rana Khairunnisa dan Hiba Shawqiya.
Pada Sesi Water Accounting, Tim CSIRO memaparkan perbedaan antara alokasi air yang bersifat operasional dengan pendekatan water accounting yang bersifat strategis berdasarkan pengalaman implementasi di Australia.
Sementara Rr. Vicky Ariyanti, S.T., M.Sc., Ph.D., dari BBWS Serayu Opak menyampaikan pendekatan dan praktik water accounting yang telah diterapkan di DAS Progo, mencakup kondisi pengelolaan sumber daya air, ketersediaan data, tantangan implementasi serta peluang pengembangannya.
Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Lintang Nur Fadlillah, S.Si., M.Sc., dari Fakultas Geografi UGM, yang membahas tantangan, kebutuhan data serta kerangka penerapan water accounting.
Sebagai tindak lanjut, Dr. I Putu Santikayasa, S.Si., M.Sc., mendemonstrasikan penggunaan WEAP untuk mendukung penyusunan water accounting, mulai dari penyusunan skema sistem sumber daya air, pengolahan data, hingga simulasi analisis ketersediaan dan kebutuhan air.
Sementara itu, dalam sesi Integrasi GEDSI, Safura Intan Herlusia, S.Psi., M.Sc., menyampaikan materi mengenai penentuan ruang lingkup integrasi prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dalam penyusunan water accounting. Dalam hal ini, ia menekankan pada pentingnya mempertimbangkan aspek kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam proses pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan pengelolaan sumber daya air.
Di akhir, dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Lintang Nur Fadillah, S.Si., M.Sc., untuk mengidentifikasi peluang integrasi aspek GEDSI pada setiap tahapan penyusunan water accounting guna mendukung implementasi water accounting yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di wilayah DAS Progo.
Nantinya, akan dilakukan kompilasi dan penyempurnaan masukan dari seluruh peserta workshop sebagai bahan penyusunan water accounting di wilayah DAS Progo. Selain itu, tim pelaksana juga akan melakukan identifikasi dan pemenuhan kebutuhan data yang masih belum tersedia melalui koordinasi lebih lanjut dengan BBWS Serayu Opak. Sementara hasil diskusi mengenai kerangka water accounting menggunakan WEAP jua akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan model dan analisis neraca air pada wilayah studi.

