Mahasiswa Program Studi Magister Penginderaan Jauh (MPJ), Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 32 orang beserta tiga dosen melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Minggu (28/6/26) hingga Jumat (3/6/26) di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan KKL Tahun 2026 ini mengangkat tema “Pemodelan Spasial Sistem Sosio-Ekologis untuk Analisis Dinamika Lanskap dan Pengelolaan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat”.
Tema tersebut dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah kepulauan yang memiliki dinamika fisik, sosial, ekonomi serta ekologi pesisir yang khas. Kompleksitas permasalahan di Kabupaten Lombok Tengah menuntut pendekatan analisis yang tidak parsial, melainkan integratif dan berbasis data spasial.
Penelitian yang dilakukan mahasiswa peserta KKL tersebut diarahkan untuk mengkaji berbagai aspek lingkungan secara komprehensif, meliputi estimasi stok karbon pada ekosistem mangrove dan non-mangrove, analisis indeks vegetasi, dinamika perubahan garis pantai, pola perkembangan urban sprawl serta pemodelan kesesuaian lahan.
Sementara itu, mereka dibagi menjadi enam belas kelompok tema yang berbeda-beda. Tema tersebut meliputi Mangrove, Pesisir, Perkotaan, Kesesuaian Lahan, Kebencanaan, Vegetasi dan Air Permukaan.
KKL Program Studi Magister Penginderaan Jauh ini diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmiah maupun praktis melalui penyediaan data dan informasi geospasial yang akurat terkait dinamika lingkungan dan pemanfaatan ruang di Kabupaten Lombok Tengah.
“Melalui integrasi teknologi penginderaan jauh dan analisis spasial, nantinya akan memperoleh informasi geospasial yang akurat dan representatif sebagai dasar dalam mendukung perencanaan wilayah yang adaptif, mitigative dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah,” terang Dr. Prima Widayani, S.Si., M.Si., dosen pembimbing KKL.
Lebih lanjut, hasil dari kajian pemodelan spasial, validasi lapangan serta analisis berbagai parameter lingkungan diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah yang mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, pengembangan wilayah serta perencanaan pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Selain itu, juga dapat memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang berkepentingan terhadap pengelolaan wilayah di Kabupaten Lombok Tengah. “Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa hasil kajian yang dihasilkan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara nyata dalam mendukung perencanaan dan pengelolaan wilayah yang adaptif terhadap dinamika lingkungan dan kebutuhan masyarakat,” papar Dr. Prima.

