Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan guest lecture yang menghadirkan pakar dari Seoul National University, Dr. Edo Andriesse, pada Senin (10/8/26). Kuliah tamu tersebut mengangkat topik “Socio-spatial and Socio-environmental Inequalities in Southeast Asia”.
Dalam paparannya, Dr. Edo menjelaskan bahwa ketimpangan di Asia Tenggara memiliki dimensi yang kompleks, mencakup ketimpangan kekayaan, kesempatan, hingga aspek geografis dan lingkungan.
Ia melansir data Oxfam (2025) yang menunjukkan bahwa 50 persen penduduk termiskin di ASEAN hanya menerima porsi kekayaan nasional yang sangat kecil. Di Indonesia, angka tersebut mengalami penurunan dari 5,1 persen menjadi 2,6 persen yang mengindikasikan semakin dalamnya jurang ketimpangan.


