Mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 3 di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (23/6/26) hingga Jumat (3/7/26) tersebut berfokus pada analisis dan pemodelan spasial dengan mengangkat tema “Pemodelan Spasial Sistem-Ekologis untuk Analisis Dinamika Lanskap dan Pengelolaan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat”.
SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Dua dosen dari Departemen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron dan Utia Suarma menjadi pengajar pada program The 1st Restoration Education in Asia Summer School yang diselenggarakan pada Senin (20/7/26) hingga Rabu (29/7/26) di College of Forestry and Natural Resources (CFNR), University of the Philippines Los Baños (UPLB), Filipina.
Program ini sepenuhnya didukung oleh Center For International Forestry Research dan International Centre For Research In Agroforestry (CIFOR & ICRAF) atau yang saat ini lebih dikenal sebagai Landscape Alliance.
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan perwakilan KTHKm melaksanakan kegiatan inventarisasi dan observasi pada kawasan potensial eduwisata Madu Bronto dan Belik Ayu.
Upaya tersebut diawali dengan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Hutan Berseri yang melibatkan Tim PPK Ormawa HMGP UGM dan masyarakat setempat. Kelompok kerja ini dibentuk untuk menghimpun data lapangan sekaligus memetakan berbagai potensi kawasan desa hutan sebagai dasar penyusunan konsep pengembangan eduwisata yang sesuai dengan karakteristik Kalurahan Banyusoco.
Di kawasan Madu Bronto, tim melakukan inventarisasi berbagai jenis tanaman serta pendataan infrastruktur pendukung yang terdapat di kawasan tersebut. Proses ini didampingi langsung oleh Ketua KTHKm Sumberwanajati I yang menaungi Madu Bronto. Kegiatan lapangan turut dilengkapi dengan penyusunan peta kasar sebagai gambaran awal rute destinasi edukasi di kawasan Madu Bronto.
Sebanyak 52 mahasiswa Program Studi Magister Geografi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) didampingi lima dosen pembimbing melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Rabu (17/6/26) hingga Minggu (21/6/26). Kegiatan ini mengangkat tema “Pembangunan Wilayah Berkelanjutan Berbasis Pariwisata di Karimunjawa.”
Karimunjawa dipilih sebagai lokasi KKL karena memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan dinamika fisik, sosial, ekonomi dan ekologi pesisir yang khas. Sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan, Karimunjawa juga tengah menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Mahasiswa Program Studi Magister Penginderaan Jauh (MPJ), Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 32 orang beserta tiga dosen melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Minggu (28/6/26) hingga Jumat (3/6/26) di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan KKL Tahun 2026 ini mengangkat tema “Pemodelan Spasial Sistem Sosio-Ekologis untuk Analisis Dinamika Lanskap dan Pengelolaan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat”.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi Faculty of Social Sciences, Srinakharinwirot University (SWU), Thailand, pada Selasa (28/7/26) di Ruang 201 Gedung A Fakultas Geografi UGM. Pertemuan antara kedua belah pihak tersebut ditujukan untuk mendiskusikan berbagai potensi kerja sama dalam lingkup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., menyambut langsung kedatangan delegasi SWU. Dalam sambutannya, ia turut memaparkan profil Fakultas Geografi UGM sekaligus menyampaikan berbagai potensi kerja sama yang ke depannya dapat dikembangkan bersama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau kali ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan potensi El Niño yang dapat memperparah kondisi kekeringan. Pemerintah maupun masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi dampaknya.
Hal tersebut disampaikan Dr. Emilya Nurjani, M.Si., Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam siaran Dialog Tanggap Bencana RRI Pro 1 Yogyakarta yang membahas penanganan kondisi kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama CSIRO Australia dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melaksanakan Workshop Water Accounting for Improved Basin Water Allocation pada Rabu (22/7/26) di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Sleman.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi kerja sama Serayu-Opak River Basin Data Collection dan Local Engagement for AWP Indonesia Water Accounting ini bertujuan untuk mendukung pengumpulan data dan memperkuat keterlibatan para pemangku kepentingan dalam penyusunan water accounting di wilayah DAS Progo.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan dua maskot, BUANA dan Hippo, dalam acara Seremonial Pembukaan Rangkaian Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM pada Jumat (24/7/26) di halaman Gedung KLMB Fakultas Geografi UGM. Keduanya menjadi simbol nilai, karakter dan semangat sivitas akademika Fakultas Geografi UGM dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus menjaga keberlanjutan bumi.
Nama BUANA sendiri diambil dari bahasa Sanskerta yang memiliki makna bumi atau jagad, tempat dimana manusia berada. Nama tersebut sekaligus merupakan akronim dari nilai-nilai yang dijunjung yaitu Berintegritas, Unggul, Amanah, Nalar spasial dan Adaptif.
Tepat di tahun 2026 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) memasuki usianya yang ke-63. Menariknya, angka 63 tersebut juga selaras dengan tahun berdirinya Fakultas Geografi UGM yakni 1963.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM, Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc., mengatakan bahwa Dies Natalis tahun ini mengusung tagline “Geo Techno Inno : Sinergi Sains Geografi untuk Bumi yang Berkelanjutan”.
Menurutnya, tema tersebut berangkat dari kondisi bumi yang kian hari semakin tua dan penuh tantangan dalam hal menjaga kelestarian bumi. Karena itu, perlu untuk kemudian dikelola dengan baik dan salah satu dasar yang dibutuhkan dalam mengelola bumi tidak lain adalah ilmu geografi.

