Mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 3 di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (23/6/26) hingga Jumat (3/7/26) tersebut berfokus pada analisis dan pemodelan spasial dengan mengangkat tema “Pemodelan Spasial Sistem-Ekologis untuk Analisis Dinamika Lanskap dan Pengelolaan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat”.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Pengembangan Blue Economy di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak cukup hanya dengan mengenali potensi ekonomi pesisir. Pemahaman mengenai bagaimana sistem pesisir bekerja juga menjadi hal terpenting dalam penyusunan kebijakan.
Hal tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Geografi UGM, Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc., sebagai narasumber penanggap dalam Focus Group Discussion (FGD) Laporan Pendahuluan Penyusunan Kajian Potensi dan Desain Kebijakan Blue Economy Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan Sekretariat Daerah Provinsi DIY pada Selasa (4/8/26) di Biro Tata Pemerintahan Setda DIY.
Sebagai bagian dari rangkaian penguatan kolaborasi bersama mitra, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti kegiatan Sosialisasi Kegiatan Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta (BPSY) pada Senin (20/6/26).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Sedyo Makmur, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul ini dilaksanakan dalam rangka persiapan sekaligus pelaksanaan Program Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) Tahun 2026.
Dua dosen dari Departemen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron dan Utia Suarma menjadi pengajar pada program The 1st Restoration Education in Asia Summer School yang diselenggarakan pada Senin (20/7/26) hingga Rabu (29/7/26) di College of Forestry and Natural Resources (CFNR), University of the Philippines Los Baños (UPLB), Filipina.
Program ini sepenuhnya didukung oleh Center For International Forestry Research dan International Centre For Research In Agroforestry (CIFOR & ICRAF) atau yang saat ini lebih dikenal sebagai Landscape Alliance.
Sub Tim Pokja Promosi Digital Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Workshop Branding dan Sistem Informasi pada Minggu (19/7/26). Kegiatan tersebut bertujuan membangun identitas Desa Hutan Banyusoco melalui branding dan pemanfaatan media digital.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Karang Taruna IKAMUSA Padukuhan Sawah Lor yang berperan sebagai salah satu kelompok strategis dalam pengembangan promosi desa. Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya branding sebagai identitas kawasan, khususnya dalam mendukung pengembangan potensi Desa Hutan Banyusoco.
Di balik potensi hutan yang dimiliki Kalurahan Banyusoco, tersimpan tanggung jawab besar yang diemban oleh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan. Sejak tahun 2007, empat Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) di Banyusoco memperoleh hak kelola kawasan hutan produksi melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) sebagai bagian dari Program Perhutanan Sosial. Hak kelola yang diberikan melalui perjanjian kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut berlaku hingga 35 tahun dan didampingi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dengan komitmen untuk mengelola kawasan hutan secara lestari, produktif dan berkelanjutan.
Mahasiswa Program Studi Magister Penginderaan Jauh (MPJ), Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 32 orang beserta tiga dosen melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Minggu (28/6/26) hingga Jumat (3/6/26) di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan KKL Tahun 2026 ini mengangkat tema “Pemodelan Spasial Sistem Sosio-Ekologis untuk Analisis Dinamika Lanskap dan Pengelolaan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat”.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi Faculty of Social Sciences, Srinakharinwirot University (SWU), Thailand, pada Selasa (28/7/26) di Ruang 201 Gedung A Fakultas Geografi UGM. Pertemuan antara kedua belah pihak tersebut ditujukan untuk mendiskusikan berbagai potensi kerja sama dalam lingkup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., menyambut langsung kedatangan delegasi SWU. Dalam sambutannya, ia turut memaparkan profil Fakultas Geografi UGM sekaligus menyampaikan berbagai potensi kerja sama yang ke depannya dapat dikembangkan bersama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau kali ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan potensi El Niño yang dapat memperparah kondisi kekeringan. Pemerintah maupun masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi dampaknya.
Hal tersebut disampaikan Dr. Emilya Nurjani, M.Si., Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam siaran Dialog Tanggap Bencana RRI Pro 1 Yogyakarta yang membahas penanganan kondisi kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama CSIRO Australia dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melaksanakan Workshop Water Accounting for Improved Basin Water Allocation pada Rabu (22/7/26) di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Sleman.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi kerja sama Serayu-Opak River Basin Data Collection dan Local Engagement for AWP Indonesia Water Accounting ini bertujuan untuk mendukung pengumpulan data dan memperkuat keterlibatan para pemangku kepentingan dalam penyusunan water accounting di wilayah DAS Progo.

