Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan perwakilan KTHKm melaksanakan kegiatan inventarisasi dan observasi pada kawasan potensial eduwisata Madu Bronto dan Belik Ayu.
Upaya tersebut diawali dengan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Hutan Berseri yang melibatkan Tim PPK Ormawa HMGP UGM dan masyarakat setempat. Kelompok kerja ini dibentuk untuk menghimpun data lapangan sekaligus memetakan berbagai potensi kawasan desa hutan sebagai dasar penyusunan konsep pengembangan eduwisata yang sesuai dengan karakteristik Kalurahan Banyusoco.
Di kawasan Madu Bronto, tim melakukan inventarisasi berbagai jenis tanaman serta pendataan infrastruktur pendukung yang terdapat di kawasan tersebut. Proses ini didampingi langsung oleh Ketua KTHKm Sumberwanajati I yang menaungi Madu Bronto. Kegiatan lapangan turut dilengkapi dengan penyusunan peta kasar sebagai gambaran awal rute destinasi edukasi di kawasan Madu Bronto.
Selain melakukan pendataan, tim berdiskusi bersama pengelola mengenai perkembangan Madu Bronto sebagai kawasan eduwisata. Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa aktivitas eduwisata sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 pada 2020–2021. Padahal sebelumnya, Madu Bronto cukup dikenal, terutama di kalangan sivitas akademika, sebagai lokasi kegiatan observasi fisik lingkungan.
Inventarisasi juga dilakukan di kawasan Belik Ayu dengan tahapan yang serupa, meliputi pendataan vegetasi, sarana dan prasarana, serta penyusunan peta rute awal kawasan. Berbeda dengan Madu Bronto, kawasan Belik Ayu belum sempat beroperasi secara aktif sebagai destinasi eduwisata. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan modal awal untuk mendukung pengelolaan dan operasional kawasan.
Usai kegiatan lapangan, Sub Tim Pokja Eduwisata PPK Ormawa HMGP UGM bersama Tim Visitasi UGM yang didampingi dosen serta fasilitator PPK Ormawa UGM menggelar diskusi untuk mengevaluasi hasil yang didapatkan selama kegiatan inventarisasi dan observasi lapangan di Madu Bronto maupun Belik Ayu.
Nantinya, hasil inventarisasi akan menjadi landasan dalam penyusunan konsep pengembangan eduwisata Desa Hutan Banyusoco. Melalui pemetaan potensi Madu Bronto dan Belik Ayu, Tim PPK Ormawa HMGP UGM berharap konsep yang disusun mampu mendukung pengembangan destinasi yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan alam desa hutan, tetapi juga mendorong upaya konservasi, meningkatkan nilai edukasi kawasan serta membuka peluang pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan wisata yang berkelanjutan.


