Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu anggota Working Group Food Security-Soil Security pada Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) UGM, turut berpartisipasi dalam konferensi internasional PEDOMETRICS 2026 pada Senin (14/9/26) hingga Jumat (18/9/26) di Bali. Keterlibatan ini merupakan bagian dari rangkaian diseminasi Working Group Food Security PUAPT UGM untuk mendorong pengembangan riset soil security melalui kolaborasi lintas disiplin.
Pada tahun ini, UGM menjadi tuan rumah PEDOMETRICS 2026 yang mengusung tema “Intelligence, Integration, and Innovation in Soil Science”. Konferensi tersebut diikuti sekitar 120 peserta dari 19 negara.
Penyelenggaraan ini menjadi momentum penting bagi UGM karena untuk pertama kalinya konferensi Pedometrics hadir di kawasan Asia Tenggara melalui kolaborasi dengan University of Sydney.
Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., Dekan Fakultas Geografi UGM sekaligus anggota Working Group Food Security-Soil Security PUAPT UGM, menyampaikan bahwa PEDOMETRICS 2026 memiliki relevansi dengan agenda UGM dalam memperkuat soil security dan kapasitas riset nasional untuk menjawab tantangan pembangunan strategis, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Menurutnya, penyelenggaraan PEDOMETRICS untuk pertama kalinya di Asia Tenggara juga membuka peluang strategis bagi UGM untuk berperan lebih jauh dalam jejaring riset Pedometrics secara global.
“PEDOMETRICS 2026 menjadi salah satu platform penting untuk mendiseminasikan upaya riset sekaligus menghubungkannya dengan komunitas riset nasional dan internasional yang lebih luas,” ujar Prof. Kamal dalam opening ceremony PEDOMETRICS 2026.
Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator PUAPT UGM, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D., yang mewakili Working Group Food Security, megatakan bahwa penyelenggaraan Pedometrics di Indonesia membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi peneliti tanah di Indonesia.
“Penyelenggaraan Pedometrics di Indonesia menjadi momentum khusus bagi kami. Jika sebelumnya hanya beberapa peneliti tanah Indonesia yang dapat mengikuti konferensi Pedometrics, tahun ini lebih dari 40 peserta dari Indonesia dapat bergabung dalam PEDOMETRICS 2026,” ujarnya.
Arah pengembangan Pedometrics ke depan juga menjadi perhatian Chair of the Pedometrics Commission dari International Union of Soil Sciences (IUSS), Alexandre Wadoux. Ia menyampaikan bahwa PEDOMETRICS 2026 berlangsung pada momentum yang menarik seiring perkembangan teknologi kecerdasan artifisial.
Perkembangan teknologi tersebut tidak hanya membuka ruang untuk membahas metode, dataset dan aplikasi baru dalam ilmu tanah. Lebih dari itu, lanjutnya, juga memikirkan kemungkinan baru bagi perkembangan Pedometrics.
“Dengan soil intelligence sebagai inti dari pertemuan ini, saya berharap kita tidak hanya berfokus pada pengembangan yang bersifat bertahap, tetapi juga memberikan ruang untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan baru,” ujarnya.
Dalam konferensi tersebut, Fakultas Geografi UGM mengirimkan dua peneliti, Dr.rer.nat. Muhammad Anggri Setiawan, M.Si., dan Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc. Keduanya mengikuti Pre-Conference Training serta berperan sebagai presenter dan moderator dalam sesi konferensi. Muhammad Anggri Setiawan mempresentasikan penelitian berjudul “From Global SoilGrids to Local Erosion Prediction: Application of Digital Soil Information for Empirical Modeling in the Unda Watershed, Bali Province, Indonesia,” sementara Guruh Samodra mempresentasikan penelitian “Mapping Soil Organic Carbon Across Erosional and Depositional Domains in a Terraced Landscape.”
PEDOMETRICS merupakan konferensi internasional yang membahas pendekatan kuantitatif dalam ilmu tanah untuk memahami dan memetakan karakteristik tanah. Bidang ini berkembang seiring pemanfaatan teknologi seperti pemodelan, penginderaan jauh, machine learning, dan kecerdasan artifisial.
Penyelenggaraan PEDOMETRICS 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk para mitra yang turut mendukung terlaksananya konferensi ini. Dukungan diberikan oleh PT Sinar Mas Agro Resource and Technology (SMART), PT Paragon Innovation and Technology, Pertamina Foundation, dan Stellarvision. Sementara itu, European Journal of Soil Science (EJSS), Soil Advances, dan Jurnal Sains Tanah turut berkontribusi sebagai journal partner.
Bagi Fakultas Geografi UGM, kegiatan ini memperkuat pengembangan riset Fakultas Geografi terkait tanah, lingkungan, dan teknologi geospasial. Kedepannya, pengembangan riset tersebut dapat menghasilkan pengetahuan dan pendekatan yang mendukung pengelolaan sumber daya lahan secara lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya PUAPT UGM dalam mendukung ketahanan pangan.



