Sebanyak empat mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti program pertukaran pelajar Twin College Envoys (TWINCLE) Summer Program 2026 yang diselenggarakan oleh Chiba University, Jepang, melalui beasiswa Japan Student Services (JASSO) pada Minggu (5/9/26) hingga Jumat (7/9/26). Keempat mahasiswa tersebut adalah M. Fahri Alfarizi Raswen dari Program Magister Penginderaan Jauh, Ariq Zaidan dari Program Sarjana Geografi Lingkungan, serta Maria Gabrielin C. dan Nashriyyah Nur Imani dari Program Sarjana Pembangunan Wilayah.
SDG 15: Ekosistem Daratan
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan tiga sumur bor untuk mendukung penyediaan air irigasi dan air bersih di Desa Jombang, Desa Sumberrejo, dan Desa Sokowaten, Kabupaten Purworejo.
Peresmian berlangsung di Balai Desa Jombang, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo pada Jumat (11/9/26) sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan upaya hilirisasi hasil penelitian mengenai potensi airtanah dalam di Kabupaten Purworejo yang telah dilakukan sejak Tahun 2024. Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Geografi UGM berupaya mengenali potensi sumber daya air bawah permukaan sebagai dasar penyediaan air untuk kebutuhan irigasi dan air bersih. Identifikasi tersebut dilakukan menggunakan metode geomagnetik dan magneto-tellurik.
Saat ini, bumi tengah berada di bawah tekanan berbagai krisis global, mulai perubahan iklim yang kian tak menentu, penurunan keanekaragaman hayati, pencemaran lingkungan, hingga eksploitasi sumber daya alam. Fenomena tersebut juga beriringan dengan bencana alam yang terjadi di berbagai belahan dunia belakangan ini.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM, Selasa (1/9/26). Menurutnya, keilmuan geografi memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian bumi sebagai satu kesatuan sistem yang saling terhubung.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mendukung penguatan sistem perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) sektor Agriculture, Forestry, and Other Land Use (AFOLU) melalui Forum Group Discussion (FGD) Finalisasi SIGN SMART Robust Sektor AFOLU pada Kamis (13/8/26) dan Jumat (14/8/26).
FGD dilaksanakan dengan melibatkan perwakilan dari berbagai lembaga untuk mendapatkan masukan dalam pengembangan sistem perhitungan emisi (Emission Factor Database/EFDB) yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Sebagai bagian dari rangkaian penguatan kolaborasi bersama mitra, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti kegiatan Sosialisasi Kegiatan Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta (BPSY) pada Senin (20/6/26).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Sedyo Makmur, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul ini dilaksanakan dalam rangka persiapan sekaligus pelaksanaan Program Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) Tahun 2026.
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan perwakilan KTHKm melaksanakan kegiatan inventarisasi dan observasi pada kawasan potensial eduwisata Madu Bronto dan Belik Ayu.
Upaya tersebut diawali dengan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Hutan Berseri yang melibatkan Tim PPK Ormawa HMGP UGM dan masyarakat setempat. Kelompok kerja ini dibentuk untuk menghimpun data lapangan sekaligus memetakan berbagai potensi kawasan desa hutan sebagai dasar penyusunan konsep pengembangan eduwisata yang sesuai dengan karakteristik Kalurahan Banyusoco.
Di kawasan Madu Bronto, tim melakukan inventarisasi berbagai jenis tanaman serta pendataan infrastruktur pendukung yang terdapat di kawasan tersebut. Proses ini didampingi langsung oleh Ketua KTHKm Sumberwanajati I yang menaungi Madu Bronto. Kegiatan lapangan turut dilengkapi dengan penyusunan peta kasar sebagai gambaran awal rute destinasi edukasi di kawasan Madu Bronto.
Sub Tim Pokja Promosi Digital Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Geografi Pembangunan (HMGP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Workshop Branding dan Sistem Informasi pada Minggu (19/7/26). Kegiatan tersebut bertujuan membangun identitas Desa Hutan Banyusoco melalui branding dan pemanfaatan media digital.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Karang Taruna IKAMUSA Padukuhan Sawah Lor yang berperan sebagai salah satu kelompok strategis dalam pengembangan promosi desa. Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya branding sebagai identitas kawasan, khususnya dalam mendukung pengembangan potensi Desa Hutan Banyusoco.
Di balik potensi hutan yang dimiliki Kalurahan Banyusoco, tersimpan tanggung jawab besar yang diemban oleh masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan. Sejak tahun 2007, empat Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) di Banyusoco memperoleh hak kelola kawasan hutan produksi melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) sebagai bagian dari Program Perhutanan Sosial. Hak kelola yang diberikan melalui perjanjian kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut berlaku hingga 35 tahun dan didampingi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dengan komitmen untuk mengelola kawasan hutan secara lestari, produktif dan berkelanjutan.
Mahasiswa Program Studi Magister Penginderaan Jauh (MPJ), Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebanyak 32 orang beserta tiga dosen melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Minggu (28/6/26) hingga Jumat (3/6/26) di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan KKL Tahun 2026 ini mengangkat tema “Pemodelan Spasial Sistem Sosio-Ekologis untuk Analisis Dinamika Lanskap dan Pengelolaan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat”.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama CSIRO Australia dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melaksanakan Workshop Water Accounting for Improved Basin Water Allocation pada Rabu (22/7/26) di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Sleman.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi kerja sama Serayu-Opak River Basin Data Collection dan Local Engagement for AWP Indonesia Water Accounting ini bertujuan untuk mendukung pengumpulan data dan memperkuat keterlibatan para pemangku kepentingan dalam penyusunan water accounting di wilayah DAS Progo.

