Sebagai bagian dari kolaborasi di bidang pendidikan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan sebanyak 41 Taruna Akademi Militer (Akmil) Tingkat II Program Studi Teknik Sipil Pertahanan untuk melaksanakan kegiatan praktikum Sistem Informasi Geografis (SIG) di Laboratorium SIG Fakultas Geografi UGM. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, pada Kamis (4/6/26) dan Senin (8/6/26).
Kepala Laboratorium SIG Fakultas Geografi UGM, Dr. Barandi Sapta Widartono, S.Si., M.Si., M.Sc., menyambut kedatangan rombongan Taruna Akmil. Dalam sambutan pembuka, ia memberikan pengantar mengenai SIG tiga dimensi untuk analisis medan yang nantinya akan dipelajari oleh peserta selama praktikum.
SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Kawasan Asia-Pasifik dikenal sebagai wilayah yang rentan terhadap bencana, terutama banjir. Di Indonesia sendiri, risiko tersebut meningkat seiring pengaruh hujan monsun, kondisi geografis, serta percepatan urbanisasi yang kian masif. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini yang lebih efektif.
Seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan analisis data spasial-temporal dinilai dapat menjadi solusi untuk membantu mengurangi risiko bencana.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan karakteristik geografis yang unik dan kompleks, Indonesia dinilai perlu menetapkan geografi sebagai mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan untuk memahami potensi sekaligus kerentanan wilayahnya melalui literasi geospasial yang memadai.
Kendati demikian, kondisi saat ini menunjukkan bahwa mata pelajaran geografi belum menjadi mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan, sehingga pemahaman spasial belum dimiliki secara merata oleh generasi muda.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Selasa (27/01/26) di Ruang A201 Fakultas Geografi UGM. Kunjungan akademik ini dilaksanakan dalam rangka penjajakan dan penguatan kerja sama pendidikan dan penelitian antar kedua institusi.
Kunjungan tersebut menjadi forum diskusi strategis untuk melanjutkan serta memperluas kemitraan yang telah terjalin sebelumnya. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak menyepakati sejumlah tindak lanjut, termasuk pembaruan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tingkat universitas (University-to-University/U-to-U), yang difasilitasi dan disaksikan oleh Fakultas Geografi UGM dan Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) UKM.
Dekan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., menegaskan pentingnya integritas, moralitas, dan tanggung janji bagi pejabat baru di lingkungan Fakultas Geografi UGM sebagai tiga poin utama dalam menjalankan tugas manajerial. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Serah Terima Jabatan Ketua Departemen dan Ketua Program Studi periode 2026–2031 serta Kepala Laboratorium Tata Ruang Wilayah yang digelar pada Rabu (07/01/26) di Ruang Sidang A201 Fakultas Geografi UGM.
Upaya Indonesia mencapai FOLU Net Sink 2030 memasuki tahap penting dengan diluncurkannya mekanisme penilaian dan geoportal praktik baik Ecosystem-based Approach (EbA) oleh Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko, menegaskan bahwa inovasi ini menjadi tonggak percepatan kontribusi Indonesia dalam penurunan emisi.
“Geoportal dan mekanisme penilaian EbA ini adalah langkah konkret kami untuk menghadirkan data yang terbuka, terstandar, dan dapat langsung dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan,” ujarnya (9/12) dalam pembukaan Diseminasi Hasil Pemetaan EbA pada 9–10 Desember 2025 di Grand Keisha Hotel Yogyakarta.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar konsolidasi antar unit kerja sebagai upaya memperkuat komitmen kampus berkelanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tata kelola green campus. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (3/12) di Ruang Sidang A201 Fakultas Geografi UGM.
Konsolidasi ini merupakan bagian dari rangkaian program UGM Sustainability Campus Action (SCA) 2025 di tingkat fakultas. Kegiatan ini bertujuan memaparkan mekanisme pelaporan data keberlanjutan Fakultas Geografi yang akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun hingga berakhirnya target SDGs pada 2030 mendatang.
Upaya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memerlukan riset berkelanjutan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan IKN. Dalam hal memperkuat landasan riset tersebut, Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Rini Rachmawati, yang tergabung dalam Riset Kolaborasi Indonesia melakukan studi komparasi ke Myanmar pada Senin (16/11/25) – Sabtu (20/11/25).
Sebagai Ketua Tim, Rini melakukan penelitian di Yangon dan Nay Pyi Taw untuk mengkaji perencanaan dan pengembangan ibu kota lama serta ibu kota baru Myanmar. Temuan dari kegiatan ini akan digunakan sebagai bahan studi komparasi dengan pembangunan IKN di Indonesia.
Dalam mendukung visi Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai world class university yang aktif membangun kerja sama global, Fakultas Geografi UGM menjajaki kerja sama program double degree dan magang internasional melalui kunjungan resmi ke dua perguruan tinggi di Taiwan, yakni National Changhua University of Education (NCUE) dan Da-Yeh University (DYU), pada Minggu (2/11) hingga Jumat (7/11).
Pada pertemuan dengan National Changhua University of Education (NCUE), Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, menjelaskan bahwa inisiasi program bersama NCUE membuka peluang kolaborasi lintas fakultas di klaster sains UGM, yang mencakup Fakultas Geografi, Fakultas MIPA, dan Fakultas Biologi. Salah satu rencana yang dibahas yakni rencana pengembangan program lintas jenjang.
Pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, kini menuntut setiap individu untuk mengambil langkah bijak dalam memanfaatkan media sosial. Hal ini disampaikan Dr. Sigit Heru Murti B.S., S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, dalam workshop “Bijak dalam Bermedia Sosial” bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) pada Sabtu (25/10) di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi UGM.
“Media sosial membawa banyak manfaat, terutama dalam memudahkan komunikasi tanpa batas ruang dan waktu. Namun di sisi lain, kita juga perlu waspada terhadap dampak negatifnya, seperti berkurangnya privasi, potensi kecanduan, hingga persoalan hukum yang mungkin timbul,” ungkapnya dalam sambutan pembuka.

