Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan tiga sumur bor untuk mendukung penyediaan air irigasi dan air bersih di Desa Jombang, Desa Sumberrejo, dan Desa Sokowaten, Kabupaten Purworejo, pada Jumat (11/9/26).
Peresmian yang berlangsung di Balai Desa Jombang, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Geografi UGM berupaya mengenali potensi sumber daya air bawah permukaan sebagai dasar penyediaan air untuk kebutuhan irigasi dan air bersih. Identifikasi tersebut dilakukan menggunakan metode geomagnetik dan magneto-tellurik. Saat ini, ketiga sumur bor tersebut juga telah beroperasi dengan baik. Hal ini disampaikan Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., dalam agenda penandatanganan implementasi kerja sama bertajuk “Pengadaan Air Irigasi dan Air Bersih di Desa Jombang, Sumberrejo, dan Sokowaten Kabupaten Purworejo Menggunakan Metode Geomagnetik dan Magneto-Telluric.”
“Melalui metode geomagnetik dan magneto-tellurik, kami berupaya mengenali potensi sumber air bawah permukaan sebagai dasar untuk mendukung penyediaan air bersih dan irigasi yang tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan pengabdian ini bukan sekadar menerapkan metode dan teknologi, tetapi juga merupakan ikhtiar untuk menghadirkan ilmu pengetahuan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus implementasi tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Dalam pelaksanaannya, program pengabdian masyarakat ini turut terlaksana atas dukungan dana dari Paguyuban Muda Ganesha, yang merupakan alumni SMA Negeri 1 Purworejo.
Dekan Fakultas Geografi UGM berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dan kegiatan survei, tetapi dapat terus berlanjut hingga memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat desa.
“Semoga ikhtiar bersama ini menjadi langkah nyata menuju ketersediaan air yang lebih baik, produktivitas masyarakat yang meningkat, dan kesejahteraan yang semakin kuat.”


