Bagi sebagian besar dari kita, masalah air sering kali hanya sebatas tagihan bulanan atau keran yang bocor. Namun, jika Anda melangkah meninjau atau menyaksikan secara tidak langsung melalui berita di kanal digital atau media ke dalam ruang sidang UN Water Conference dan pertemuan iklim global, Anda akan menyadari bahwa narasi tentang air telah berubah drastis. Air tidak lagi dipandang sekadar sebagai komoditas rumah tangga, melainkan sebagai pusat gravitasi geopolitik, kelangsungan hidup umat manusia, dan ancaman keamanan global.
SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) memimpin program water accounting untuk wilayah DAS Serayu Opak bersama Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) dan University of Technology Sydney (UTS).
Kolaborasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya bersama untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air berbasis data, mendukung ketahanan air, serta mendorong pengembangan kapasitas dan kolaborasi riset internasional di bidang sumber daya air.
Tim Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan survei dan pengukuran sumber air di Dusun Sumberjo, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, bekerja sama dengan ASAR Humanity Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (03/03/26).
Dr. Tjahyo Nugroho Adji, MSc.Tech, tim dari Fakultas Geografi UGM, mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperoleh data awal terkait keberadaan lapisan pembawa air tanah sebagai dasar penentuan titik pengeboran.
“Data tersebut nantinya akan digunakan untuk menyusun rekomendasi teknis dalam upaya pengeboran sumber mata air guna mendukung kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Sumberjo,” jelasnya.
sPT Amman Mineral Nusa Tenggara menggandeng Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada untuk memberikan pelatihan hidrologi bagi sektor pertambangan di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (10/02/26) hingga Rabu (12/02/26).
Pelatihan Dasar Hidrologi dan Meteorologi yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan tim instruktur dari Fakultas Geografi UGM yakni Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc.Tech. dan Dr. Ahmad Cahyadi, M.Sc.
Dr. Tjahyo menjelaskan, dalam kegiatan pertambangan aspek hidrologi berkaitan erat dengan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari desain tambang, pemodelan bahaya, analisis risiko dan mitigasi bencana, hingga perencanaan lingkungan berkelanjutan serta penyediaan kebutuhan air untuk operasional tambang. Seluruh aspek tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam materi pelatihan yang diikuti sebanyak 11 peserta.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “SDGs in Practice – Shared Integrative Ecosystem Management for a Sustainable Socio-Ecological Transition in Africa” dengan menghadirkan Mr. Andreas Bauer dari BOKU University, Austria, pada Kamis (23/10) di Auditorium Merapi Fakultas Geografi.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa baik dari program Sarjana, Magister, maupun Doktor Fakultas Geografi UGM.
Dalam paparannya, Andreas Bauer Bauer menekankan peran sains dalam implementasi SDGs. “Sains bukan hanya alat analisis, melainkan juga jembatan untuk membangun kolaborasi internasional dan memperluas pertukaran pengetahuan,” ungkapnya. Ia menambahkan, bahwa SDGs merupakan proses pembelajaran berkelanjutan yang harus terus diperbarui melalui temuan ilmiah dan inovasi.
Dalam rangka mendukung pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, Fakultas Geografi (FGe) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop pada Senin (7/7) di Hotel Khas Tugu, Yogyakarta. Workshop yang merupakan bagian dari Work Package (WP) 2.4 ini mengusung tema “Penyamaan Persepsi Indikator Ecosystem-based Approach (EbA) dari Hasil Analisis Pemetaan EbA”.
Workshop tersebut merupakan forum koordinasi multipihak yang melibatkan berbagai lembaga dari tingkat nasional untuk mengidentifikasi ulang dan mengevaluasi daftar praktik baik EbA, mengidentifikasi kesenjangan teoritis antara praktik baik kegiatan EbA di berbagai daerah dengan kebijakan perubahan iklim nasional maupun internasional, dan menyelaraskan pemahaman serta menyusun indikator penilaian praktik EbA yang sesuai dengan prinsip-prinsip mitigasi perubahan iklim.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan (Lab. HKL) di bawah Departemen Geografi Lingkungan, secara resmi menerbitkan Majalah Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan edisi pertama pada Juli 2025 dan akan terbit secara berkala pada edisi-edisi selanjutnya. Inisiatif tersebut merupakan wujud nyata komitmen Lab. HKL dalam menyampaikan informasi ilmiah, hasil riset, serta isu-isu terkini di bidang hidrologi, klimatologi, dan lingkungan hidup kepada masyarakat luas.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai menjalin kemitraan dengan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam upaya mengkaji potensi sumber daya air (SDA) di wilayah sentra pangan Kabupaten Banggai.
Melalui diskusi pada Jumat (25/4) di Gedung Gedung Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Fakultas Geografi UGM, keduanya akan melakukan kajian identifikasi potensi sumber daya air di wilayah sentra pangan Kabupaten Banggai yang bertujuan untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi informasi mengenai potensi sumber daya air yang ada.
Prof. Eko Haryono, pakar geomorfologi karst dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), meneliti sampel speleogenesis dari gua Laulawi di Pulau Muna dalam Ekspedisi Buteng. Penelitian ini merupakan misi dalam mengungkap masa lalu, masa kini, dan masa depan sekaligus mendukung upaya konservasi akuifer tersebut.
Keterlibatan Prof. Eko dalam ekspedisi ini berawal dari pertemuannya dengan Robin yang telah lama mengeksplorasi perairan Indonesia. Pertemuan itu terjadi di Buton Tengah, dimana Prof. Eko saat itu sedang melakukan penelitian. Menurut Robin, eksplorasi ini tidak hanya sekadar penemuan, tetapi juga upaya memahami sistem bawah tanah melalui pendekatan kolaboratif antara eksplorasi ekstrem, sains, dan warisan budaya.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara Studium Generale bertajuk Regional Development dengan menghadirkan dua keynote speakers, Femke Van Noorloos dari Utrecht University dan Prof. Rijanta dari Fakultas Geografi UGM di Auditorium Merapi pada Rabu (19/2). Keduanya membahas isu-isu seputar urbanisasi, tantangan pembangunan, dan dampak dari kota baru. Femke mengangkat tema “An Overview on Urban Development, Frontier and New City”, sedang Prof. Rijanta dengan tema “Rural-Urbanization in the Vicinity of Nusantara”.

