Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Pramaditya Wicaksono, S.Si., M.Sc., menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam agenda The Nature Conservancy (TNC) Train the Trainer yang diselenggarakan oleh the Global Climate Adaptation & Resilience team at The Nature Conservancy pada Minggu (10/5/26) hingga -Sabtu (16/5/26) di Kingston, Jamaika.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan capaian nasional kepada audiens internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kolaborasi pemetaan dan konservasi lamun dunia.
Dalam forum tersebut, sebagai Science Lead bidang Data Harmonization, ia mempresentasikan perkembangan prosedur harmonisasi data serta kondisi data eksisting yang telah dihimpun dari berbagai mitra.
“Harmonisasi data ini diperlukan untuk memastikan standar, konsistensi, serta keterpaduan data yang akan digunakan dalam analisis dan pengembangan basis data lamun skala global,” ujar Prof. Pramaditya.
Menurutnya, partisipasi ini merupakan sebuah dukungan khususnya dalam penguatan basis data lamun nasional melalui proses harmonisasi data yang terintegrasi dengan kebutuhan global.
Prof. Prama juga memaparkan pengalaman Indonesia dalam pemetaan lamun nasional, termasuk keterlibatan dalam memimpin kemitraan nasional pemetaan lamun, kontribusi Indonesia dalam pengembangan pemetaan lamun global, serta metodologi survei lapangan untuk memperoleh data padang lamun.
Sebagai tindak lanjut, Prof. Prama akan mendiseminasikan perkembangan metode pemetaan lamun yang diperoleh selama kegiatan kepada tim peneliti dan mitra di Indonesia. Kolaborasi lintas sektor juga akan terus dikembangkan dan tindak lanjut program pasca-pembentukan Seagrass Alliance untuk memperkuat jejaring pemetaan, peneliti, dan konservasi lamun di Indonesia.
Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam rangka mendorong aksi kolektif serta memperkuat strategi pemetaan dan konservasi ekosistem lamun secara global ini berhasil mempertemukan berbagai institusi internasional, di antaranya The Nature Conservancy, Florida International University, Earth Genome, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), UGM, NOAA, The University of Queensland, serta mitra lainnya dari Eropa, Australia, dan Amerika.

