Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si., menjadi narasumber sekaligus pembahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Layanan Publik di Kabupaten Gunungkidul dari Sekadar Kinerja Keuangan Menuju Dampak Nyata bagi Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Paniradya Kaistimewan pada Senin (15/6/2026) di DPAD DIY, Bantul.
Dalam sesi diskusi panel, Dr. Umi menyampaikan paparan terkait “Inovasi Kalurahan dalam Merespons Tantangan Kependudukan dan Pembangunan Berkelanjutan”. Ia menjelaskan bahwa Gunungkidul memiliki berbagai praktik baik inovasi yang berkembang, baik di tingkat kalurahan maupun perangkat daerah. Inovasi tersebut merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan lokal.
“Meski demikian, pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada pelaksanaan program dan penyerapan anggaran, melainkan juga harus mampu menciptakan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi dampak sosial, tantangan, faktor keberhasilan, serta peluang pengembangan berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh kalurahan dan perangkat daerah di Kabupaten Gunungkidul.
Pada kegiatan tersebut, turut dibahas tujuh inovasi yang berkembang di Gunungkidul, diantaranya Argo Tirta Mandiri, INTAN PERMATA, Pemetaan Potensi Kalurahan, Edukasi Budidaya Lele, E-GORI, Gelas Berlian Sinau, dan Lajang Cakap. Dalam hal ini, Dr. Umi memberikan perspektif akademik terhadap berbagai inovasi tersebut.
Hasil diskusi dan masukan dari para narasumber akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan, dokumentasi, serta penguatan penyelenggaraan layanan publik agar tidak hanya berorientasi pada kinerja keuangan, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.


