• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Geografi
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Sambutan Dekan
    • Manajemen
      • Pimpinan Fakultas
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
    • Civitas Akademika
      • Dosen
      • Staf Kependidikan
  • Pendidikan
    • Program Sarjana
      • Geografi Lingkungan
      • Kartografi dan Penginderaan Jauh
      • Pembangunan Wilayah
      • International Undergraduate Program
    • Program Pascasarjana
      • Program Studi Magister Geografi
      • Program Studi Magister Geografi Minat Pembangunan Wilayah
      • Program Studi Magister Geografi Minat MPPDAS
      • Program Studi Magister Penginderaan Jauh
      • Program Studi Doktor Geografi
    • Admisi
      • Program Sarjana
      • Program Pascasarjana
      • Program Fast Track S1 – S2
      • MATRIKULASI D4 ke S1
    • Akreditasi
  • Akademik & Kemahasiswaan
    • Peraturan Akademik
      • Panduan Akademik
      • Kode Etik Mahasiswa Geografi
      • Tata perilaku Mahasiswa UGM
    • Layanan Kemahasiswaan
    • Layanan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Seputar Magang
    • Beasiswa
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Ikatan Profesi Dan Lembaga-Lembaga Lain
  • P2M
    • Penelitian & Pengabdian Masyarakat
    • Tracer Study
  • Kerja sama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
    • Alumni
  • Fasilitas
    • Akademik
    • Student Wellbeing
    • Peminjaman Ruang
    • Ruang Kebugaran
  • Beranda
  • Rilis
  • Guru Besar Geografi UGM Perkuat Peran Indonesia dalam Pemetaan Lamun Global

Guru Besar Geografi UGM Perkuat Peran Indonesia dalam Pemetaan Lamun Global

  • Rilis
  • 15 Juni 2026, 08.57
  • Oleh: nailasalma
  • 0

Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Pramaditya Wicaksono, S.Si., M.Sc., menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam agenda The Nature Conservancy (TNC) Train the Trainer yang diselenggarakan oleh the Global Climate Adaptation & Resilience team at The Nature Conservancy pada Minggu (10/5/26) hingga -Sabtu (16/5/26) di Kingston, Jamaika.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan capaian nasional kepada audiens internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kolaborasi pemetaan dan konservasi lamun dunia.

Dalam forum tersebut, sebagai Science Lead bidang Data Harmonization, ia mempresentasikan perkembangan prosedur harmonisasi data serta kondisi data eksisting yang telah dihimpun dari berbagai mitra.

“Harmonisasi data ini diperlukan untuk memastikan standar, konsistensi, serta keterpaduan data yang akan digunakan dalam analisis dan pengembangan basis data lamun skala global,” ujar Prof. Pramaditya.
Menurutnya, partisipasi ini merupakan sebuah dukungan khususnya dalam penguatan basis data lamun nasional melalui proses harmonisasi data yang terintegrasi dengan kebutuhan global. 

Prof. Prama juga memaparkan pengalaman Indonesia dalam pemetaan lamun nasional, termasuk keterlibatan dalam memimpin kemitraan nasional pemetaan lamun, kontribusi Indonesia dalam pengembangan pemetaan lamun global, serta metodologi survei lapangan untuk memperoleh data padang lamun.

Sebagai tindak lanjut, Prof. Prama akan mendiseminasikan perkembangan metode pemetaan lamun yang diperoleh selama kegiatan kepada tim peneliti dan mitra di Indonesia. Kolaborasi lintas sektor juga akan terus dikembangkan dan tindak lanjut program pasca-pembentukan Seagrass Alliance untuk memperkuat jejaring pemetaan, peneliti, dan konservasi lamun di Indonesia.

Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam rangka mendorong aksi kolektif serta memperkuat strategi pemetaan dan konservasi ekosistem lamun secara global ini berhasil mempertemukan berbagai institusi internasional, di antaranya The Nature Conservancy, Florida International University, Earth Genome, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), UGM, NOAA, The University of Queensland, serta mitra lainnya dari Eropa, Australia, dan Amerika.

Tags: SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Rilis Berita

  • Mitigasi Risiko KKL, Geografi UGM Kembali Adakan Pelatihan First Aid
  • Dosen Geografi UGM Paparkan Riset Kebencanaan, Buka Peluang Kolaborasi Taiwan-Jepang-Indonesia
  • Dosen Geografi UGM Jadi Narasumber FGD Transformasi Layanan Publik Gunungkidul

Link Pendaftaran

Link Fakultas Geografi

Universitas Gadjah Mada

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Phone +62-274-6492340| 589595
Email: geografi@ugm.ac.id
Instagram : @geografiugm

Tentang

  • Sejarah
  • Visi Misi Tujuan
  • Pimpinan Fakultas
  • Senat Fakultas
  • Daftar Dosen Pengajar

Departemen

  • Geografi Lingkungan
  • Sains Informasi Geografi
  • Geografi Pembangunan
  • Pengelola Departemen
  • Pengelola Program Studi

Kemahasiswaan

  • Organisasi Kemahasiswaan
  • Layanan Kemahasiswaan
  • Seputar Magang

Layanan Terpadu

  • Heregistrasi
  • Surat Kemahasiswaan
  • Virtual Office Akademik

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
Flag Counter

© 2018 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada | IG: geografiugm

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju