Tim Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan survei dan pengukuran sumber air di Dusun Sumberjo, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, bekerja sama dengan ASAR Humanity Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (03/03/26).
Dr. Tjahyo Nugroho Adji, MSc.Tech, tim dari Fakultas Geografi UGM, mengatakan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperoleh data awal terkait keberadaan lapisan pembawa air tanah sebagai dasar penentuan titik pengeboran.
“Data tersebut nantinya akan digunakan untuk menyusun rekomendasi teknis dalam upaya pengeboran sumber mata air guna mendukung kebutuhan air bersih masyarakat Dusun Sumberjo,” jelasnya.
Bersama tim, ia melakukan pengukuran pada dua titik dengan kedalaman investigasi hing“ga sekitar 200 meter untuk memperoleh data sumber akuifer. Titik pertama menunjukkan indikasi sumber air pada kedalaman 57,6 meter; 76,8 meter; 117,6 meter; 151,2 meter; dan 228,0 meter. Sementara pada titik kedua menunjukkan indikasi sumber air pada kedalaman 48,0 meter; 84,0 meter; 129,6 meter; 187,2 meter; dan 228,0 meter.
Secara umum, ia menambahkan bahwa kedua titik tersebut menunjukkan adanya potensi akuifer pada beberapa interval kedalaman menengah hingga dalam. Berdasarkan estimasi kuantitas dan kualitas air, lanjut Dr. Tjahyo, titik pertama dinilai lebih prospektif sebagai prioritas awal pengeboran, sedangkan titik kedua dapat dipertimbangkan sebagai alternatif.
“Hasil ini merupakan data awal sehingga tetap diperlukan verifikasi teknis lanjutan sebelum penetapan titik bor final,” pungkasnya.

