Tim peneliti Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan penelitian lapangan berjudul “Menuju Penerapan Listrik Terbarukan yang Berperspektif Gender: Aplikasi Time Geography dalam Memahami Rekonstruksi Norma Gender Pasca-Hadirnya Listrik di Perdesaan Sumba, Indonesia” pada Kamis (16/4/26) hingga Sabtu (18/4/26).
Ketua tim peneliti, Hafidz Wibisono, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan bahwa penelitian ini berangkat dari implementasi elektrifikasi yang selama ini dinilai masih didominasi pendekatan tekno-ekonomis, sehingga berisiko menyebabkan kegagalan proyek di wilayah seperti Sumba.
Tim peneliti yang juga diikuti oleh Dr. Alia Fajarwati, S.Si., M. IDEA., dan Muhammad Galang Ramadhan Al Tumus, S.Si., melakukan penelitian tersebut menggunakan pendekatan time geography.
Aplikasi time geography sendiri digunakan untuk memetakan perubahan perilaku spasio-temporal dan mobilitas harian laki-laki serta perempuan melalui instrumen hourly diaries guna memahami bagaimana akses energi merekonstruksi norma gender di tingkat lokal.
“Data yang diperoleh melalui pendekatan time geography memberikan gambaran awal yang kuat mengenai rekonstruksi norma gender di perdesaan Sumba pasca-elektrifikasi,” terang Hafidz.
Pada tahap ini, tim peneliti mengumpulkan data primer mencakup wawancara mendalam dan observasi di Desa Wairara, Kecamatan Mahu dan Desa Umalulu, Kecamatan Umalulu.
Tim melakukan observasi pada pola ruang-waktu harian masyarakat. Sementara itu, wawancara dilakukan untuk memetakan bagaimana infrastruktur listrik memengaruhi pembagian kerja dan interaksi sosial di lingkungan rumah tangga maupun komunitas.
“Wawancara dilakukan bersama tokoh kunci desa, di antaranya Mama Desa di Wairara dan Bapak Desa di Umalulu, guna menggali perspektif lokal mengenai pemanfaatan listrik desa,” tambahnya.
Penelitian ini merupakan bagian dari skema pemanfaatan hibah Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition World Class University (EQUITY WCU) periode 2025/2026.
Selanjutnya, sambung Hafidz, hasil data lapangan akan diolah untuk memenuhi target luaran utama hibah EQUITY WCU, yaitu publikasi dalam bentuk Original Research Article di jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus (Q1).
“Melalui analisis terhadap rekonstruksi peran gender ini, tim peneliti merumuskan intervensi kebijakan transisi energi yang lebih kontekstual, sensitif gender, dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian SDG 7 di wilayah perdesaan Indonesia,” pungkas Hafidz.


