Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan University of Leeds telah berhasil menyelenggarakan Indonesia–United Kingdom Social Justice Sustainability Jam 2026 secara daring pada Selasa (21/4/26).
Social Justice Sustainability Jam merupakan forum kolaboratif lintas negara yang mempertemukan mahasiswa dari Indonesia dan Inggris untuk terlibat dalam diskusi berbasis solusi terhadap berbagai tantangan keberlanjutan global yang mendesak. Inisiatif tersebut mencerminkan komitmen akademik bersama dari ketiga institusi penyelenggara dalam merespons persoalan lingkungan dan sosial yang bersifat lintas batas negara.
Melalui pendekatan diskusi tematik, peserta didorong untuk memperluas perspektif analitis mereka serta memanfaatkan beragam sistem pengetahuan dari konteks Indonesia maupun Inggris. Format kolaboratif ini sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya dan memperdalam pemahaman mengenai bagaimana isu keberlanjutan termanifestasi secara berbeda di berbagai kawasan dunia.
“Melalui forum ini, peserta diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang terukur dan dapat diimplementasikan dalam konteks lokal maupun nasional masing-masing,” terang Dr. Hafidz Wibisono, Dosen Fakultas Geografi UGM.
Kegiatan dibuka di main room dengan sambutan pembuka oleh Dr. Radhika Borde, yang memaparkan semangat dan tujuan utama penyelenggaraan Jam kepada seluruh peserta. Sesi pembukaan dilanjutkan dengan lecture mengenai keberlanjutan yang disampaikan oleh Prof. Paul Chatterton mnegenai landasan konseptual dan teoritis yang relevan dengan lima tema diskusi. Kemudian dilanjutkan Technical briefing mengenai alur pelaksanaan kegiatan dan mekanisme penggunaan breakout room pada Zoom oleh Dr. Hafidz Wibisono guna memastikan seluruh peserta siap memasuki sesi diskusi kelompok. Lima kelompok tematik dibentuk untuk membahas dimensi-dimensi keberlanjutan yang saling berkaitan satu sama lain.
Dalam forum tersebut, kelompok pertama mendiskusikan Renewable Energy Generation di bawah moderasi Prof. Jon Lovett, yang mengkaji jalur menuju akses energi bersih yang merata dan dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Kelompok kedua membahas Sustainable Land Use bersama moderator Prof. Paul Chatterton, dengan fokus pada perlindungan ekosistem dan pengelolaan lahan yang bertanggung jawab dalam berbagai konteks geografis.
Kelompok ketiga mendiskusikan Sustainable Diets di bawah bimbingan Dr. Radhika Borde, menelaah tantangan ketahanan pangan dan pentingnya pola konsumsi yang berwawasan lingkungan dalam menghadapi pertumbuhan populasi global. Kelompok keempat mengkaji Reduction in Energy Use dengan Zahara Sitta Iskandar sebagai moderator, mengeksplorasi strategi efisiensi dan konservasi energi di berbagai sektor kehidupan masyarakat dan industri.
Sementara kelompok kelima membahas Reduction of Environmental Pollutants yang dimoderatori oleh Dr. Desy Ayu Pirmasari, menganalisis pendekatan kolektif dalam mengatasi pencemaran lingkungan demi terjaganya kualitas lingkungan hidup bagi generasi masa kini maupun masa mendatang.
Setiap kelompok tematik terdiri atas mahasiswa dari UGM, UPI, dan University of Leeds. Komposisi peserta yang beragam dari segi latar belakang institusi dan budaya ini disengaja untuk memperkaya kualitas analisis serta memperluas cakupan solusi yang dihasilkan. Keberagaman disiplin ilmu dan pengalaman nyata yang dimiliki oleh masing-masing anggota kelompok berkontribusi secara nyata terhadap kedalaman diskusi yang dicapai dalam sesi breakout room.
Setelah sesi diskusi breakout room selesai, seluruh peserta kembali ke main room untuk mengikuti sesi presentasi kelompok selama 40 menit yang dimoderatori oleh Dr. Hafidz Wibisono. Setiap kelompok mendapatkan alokasi waktu tujuh menit untuk memaparkan temuan utama, wawasan, serta rekomendasi solusi yang telah dirumuskan kepada seluruh hadirin. Umpan balik yang konstruktif dan refleksi lintas kelompok turut disampaikan, sehingga semakin memperkaya pengalaman belajar kolektif seluruh peserta.
Penyelenggaraan kegiatan ini selaras dengan kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 “Energi Bersih dan Terjangkau”, tujuan ke-12 “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”, tujuan ke-13 “Penanganan Perubahan Iklim”, serta tujuan ke-17 “Kemitraan untuk Mencapai Tujuan”.

