• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Geografi
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Sambutan Dekan
    • Manajemen
      • Pimpinan Fakultas
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
    • Civitas Akademika
      • Dosen
      • Staf Kependidikan
  • Pendidikan
    • Program Sarjana
      • Geografi Lingkungan
      • Kartografi dan Penginderaan Jauh
      • Pembangunan Wilayah
      • International Undergraduate Program
    • Program Pascasarjana
      • Program Studi Magister Geografi
      • Program Studi Magister Geografi Minat Pembangunan Wilayah
      • Program Studi Magister Geografi Minat MPPDAS
      • Program Studi Magister Penginderaan Jauh
      • Program Studi Doktor Geografi
    • Admisi
      • Program Sarjana
      • Program Pascasarjana
      • Program Fast Track S1 – S2
      • MATRIKULASI D4 ke S1
    • Akreditasi
  • Akademik & Kemahasiswaan
    • Peraturan Akademik
      • Panduan Akademik
      • Kode Etik Mahasiswa Geografi
      • Tata perilaku Mahasiswa UGM
    • Layanan Kemahasiswaan
    • Layanan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Seputar Magang
    • Beasiswa
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Ikatan Profesi Dan Lembaga-Lembaga Lain
  • P2M
    • Penelitian & Pengabdian Masyarakat
    • Tracer Study
  • Kerja sama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
    • Alumni
  • Fasilitas
    • Akademik
    • Student Wellbeing
    • Peminjaman Ruang
    • Ruang Kebugaran
  • Beranda
  • Rilis
  • KKL Mahasiswa Magister Penginderaan Jauh di Lampung, Meneliti Isu Lingkungan dan Pembangunan daerah

KKL Mahasiswa Magister Penginderaan Jauh di Lampung, Meneliti Isu Lingkungan dan Pembangunan daerah

  • Rilis
  • 27 Juli 2024, 09.34
  • Oleh: Junizar Nino
  • 0

Program Studi Magister Penginderaan Jauh Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan pada 8-12 Juli 2024 di Provinsi Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kegiatan KKL yang diikuti oleh para mahasiswa Magister Penginderaan Jauh ini mengambil tema besar yang mencakup berbagai aspek penting seperti laut-pesisir, kesesuaian lahan, perkotaan, vegetasi, biodiversitas dan ekologi bentanglahan, banjir, dan longsor. Tema-tema ini tidak hanya relevan dengan isu lingkungan dan pembangunan daerah, tetapi juga sejalan dengan beberapa SDGs termasuk SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan tahun ini melibatkan berbagai penelitian inovatif yang dirancang untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung. Salah satu penelitian penting adalah pemetaan properti biofisik ekosistem padang lamun di wilayah pesisir Teluk Pandan menggunakan citra PlanetScope dan Sentinel 2. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan ekosistem padang lamun yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Dengan menggunakan teknologi canggih seperti citra PlanetScope dan Sentinel 2, penelitian ini diharapkan dapat memberikan data yang akurat mengenai kondisi biofisik padang lamun di Teluk Pandan.

Selain itu, penelitian lain yang berfokus pada estimasi stok karbon atas dan bawah permukaan vegetasi mangrove menggunakan citra PlanetScope di areal mangrove Cukunyinyi dan Petengoran, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, juga memiliki signifikansi tinggi. Mangrove berfungsi sebagai penyimpan karbon yang signifikan. Penelitian ini fokus pada estimasi stok karbon vegetasi mangrove untuk memahami kontribusi mangrove dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini mendukung pencapaian SDG 13 dan SDG 15, dengan memberikan data yang dapat digunakan untuk strategi mitigasi perubahan iklim yang lebih efektif.

Sementara itu, kajian fisik wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran untuk kesesuaian lahan tambak udang menjadi perhatian penting dengan meningkatnya permintaan akan tambak udang. Kajian ini penting untuk memastikan bahwa lahan yang dipilih sesuai untuk pengembangan tambak yang berkelanjutan tanpa merusak ekosistem pesisir. Ini sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem laut yang merupakan bagian dari SDG 14.

Estimasi kebutuhan ruang terbuka hijau di Kota Bandar Lampung menggunakan citra SPOT 7 merupakan penelitian lain yang tidak kalah penting. Ruang terbuka hijau (RTH) sangat penting untuk kesejahteraan kota dan warganya. Penelitian ini menggunakan citra SPOT 7 untuk mengestimasi kebutuhan RTH di Kota Bandar Lampung, yang diharapkan dapat mendukung perencanaan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan. Upaya ini mendukung pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Dalam studi kasus lainnya, estimasi biomassa di atas permukaan tanah pada tanaman karet (Hevea brasiliensis) dengan citra Sentinel-2 menggunakan Linear Spectral Mixture Analysis dilakukan di sebagian wilayah perkebunan karet PTPN VII dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi biomassa yang dapat memberikan informasi penting bagi manajemen perkebunan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Penelitian lainnya mencakup analisis perubahan penutup/penggunaan lahan terhadap daya dukung berbasis jasa lingkungan pengaturan air di DAS Way Ratai Provinsi Lampung. Penelitian ini menganalisis dampak perubahan penutup lahan terhadap kapasitas pengaturan air di DAS Way Ratai, yang penting untuk mitigasi banjir dan pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini relevan dengan pencapaian SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dan SDG 15.

Kajian potensi banjir di DAS Way Ratai berdasarkan nilai debit puncak metode rasional juga menjadi topik yang penting. Dengan mengkaji potensi banjir berdasarkan debit puncak, penelitian ini bertujuan untuk memberikan data yang dapat digunakan dalam perencanaan mitigasi banjir di DAS Way Ratai. Ini sangat relevan dengan upaya mitigasi bencana alam yang merupakan bagian dari SDG 13.

Terakhir, analisis wilayah rawan longsor menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) di DAS Way Ratai Kabupaten Pesawaran bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan wilayah rawan longsor, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan mitigasi bencana longsor di wilayah tersebut. Ini mendukung pencapaian SDG 11 dan SDG 13 dengan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

Tags: SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 15: Ekosistem Daratan SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau SDGs

Rilis Berita

  • The Macroeconomic Impact of Population Aging in Indonesia: Do Older Adults Matter?
  • Multitemporal Satellite Images For Monitoring The Volcanic Activities and Geothermal Potential of Ternate Island’s Gamalama Volcano, Indonesia’s densest Active Volcanic Island
  • Karst Rocky Desertification Delineation and Estimation of Potential Soil Loss in Tropical Karst Cockpits

Link Pendaftaran

Link Fakultas Geografi

Universitas Gadjah Mada

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Phone +62-274-6492340| 589595
Email: geografi@ugm.ac.id
Instagram : @geografiugm

Tentang

  • Sejarah
  • Visi Misi Tujuan
  • Pimpinan Fakultas
  • Senat Fakultas
  • Daftar Dosen Pengajar

Departemen

  • Geografi Lingkungan
  • Sains Informasi Geografi
  • Geografi Pembangunan
  • Pengelola Departemen
  • Pengelola Program Studi

Kemahasiswaan

  • Organisasi Kemahasiswaan
  • Layanan Kemahasiswaan
  • Seputar Magang

Layanan Terpadu

  • Heregistrasi
  • Surat Kemahasiswaan
  • Virtual Office Akademik

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
Flag Counter

© 2018 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada | IG: geografiugm

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY