Guru Besar bidang ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Eko Haryono, M.Si., menjadi pengajar di International Training Course on Karst Critical Zone and Climate Change: Monitoring, Modeling and Sustainable Management yang diselenggarakan oleh International Research Centre on Karst (IRCK), China, pada Kamis (15/10/26) hingga Kamis (22/10/26).
IRCK merupakan lembaga internasional di bidang karst yang bertujuan membantu UNESCO dalam mempromosikan pengetahuan karst serta mendorong pembangunan kawasan karst berkelanjutan.
Setiap tahunnya, IRCK menyelenggarakan International Training Course dengan menghadirkan peserta dari berbagai negara dan peneliti bereputasi bidang karst. Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 21 peserta dari 11 negara.
Prof. Eko menyampaikan bahwa undangan sebagai pengajar dalam kegiatan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk pengakuan internasional terhadap kontribusi peneliti Indonesia di bidang karst. Menurutnya, kesempatan ini juga sejalan dengan visi UGM untuk memperluas jejaring internasional dan memperkuat reputasi universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang karst.
“Menjadi pengajar training di IRCK merupakan peluang yang sangat penting, karena pengajar yang diundang merupakan peneliti terkemuka di bidang karst yang berasal dari berbagai negara. Dengan demikian, kesempatan menjadi pengajar merupakan sebuah rekognisi internasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi UGM saat ini telah menjalin kerja sama penelitian berskala global dengan IRCK.
Selain mengajar, ia juga melakukan kunjungan ke Guilin University of Technology (GUT) untuk menindaklanjuti kerja sama riset dan pendidikan. Saat ini, GUT telah mengirimkan 15 mahasiswa untuk mengikuti program magang di UGM serta satu mahasiswa doktoral. Kegiatan kunjungan kemudian dilanjutkan ke Chengdu University of Technology untuk menjajaki peluang kerja sama akademik.
Beberapa rencana tindak lanjut dalam kegiatan kunjungan tersebut meliputi kolaborasi penelitian, pemanfaatan fasilitas laboratorium di China, serta pertukaran mahasiswa dan dosen.


