Saat ini, bumi tengah berada di bawah tekanan berbagai krisis global, mulai perubahan iklim yang kian tak menentu, penurunan keanekaragaman hayati, pencemaran lingkungan, hingga eksploitasi sumber daya alam. Fenomena tersebut juga beriringan dengan bencana alam yang terjadi di berbagai belahan dunia belakangan ini.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM, Selasa (1/9/26). Menurutnya, keilmuan geografi memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian bumi sebagai satu kesatuan sistem yang saling terhubung.
“Fenomena ini tentu menggugah kesadaran kita sebagai akademisi tentang mengapa terjadi dan bagaimana dampak bagi ruang kehidupan manusia yang kita harapkan yaitu bumi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menyampaikan, peran Fakultas Geografi tersebut dapat diwujudkan melalui kajian dan riset yang berorientasi pada solusi, inovasi, serta pemanfaatan teknologi mutakhir. Selain itu, sains perlu dihubungkan dengan kebijakan pembangunan, kolaborasi lintas disiplin ilmu ditingkatkan, serta edukasi dan literasi masyarakat diperkuat untuk mengasah kesadaran ekologis dan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan.
Sebagai langkah responsif terhadap kondisi bumi saat ini, Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM mengusung tema “Geo-Inno-Techno: Sinergi Sains Geografi untuk Bumi yang Berkelanjutan”.
Tema tersebut, lanjutnya, merepresentasikan geografi yang tidak lagi hanya dipandang sebagai ilmu yang mendeskripsikan fenomena keruangan, tetapi juga sebagai fondasi ilmiah dalam menghasilkan inovasi dan teknologi untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan hidup..
Salah satu inovasi yang diinisiasi Fakultas Geografi UGM pada tahun ini adalah pengembangan Tech4Disaster, sebuah platform yang difokuskan pada prediksi, mitigasi, dan respons kebencanaan. Platform ini juga secara resmi diakui sebagai salah satu riset flagship kecerdasan artifisial (AI) unggulan peresmian UGM-Indosat-NVIDIA AI Technology Center (UGM INVAITC).
“Kehadiran Tech4Disaster mempertegas kontribusi kepakaran Fakultas Geografi dalam menghasilkan solusi teknologi yang berdampak nyata dan sejalan dengan prioritas nasional, sekaligus mengakselerasi transformasi Indonesia dari sekadar konsumen menjadi pencipta inovasi AI global,” jelas Dekan Fakultas Geografi UGM.
Sejalan dengan tema Dies Natalis ke-63 Fakultas Geografi UGM yang membawa rangkaian koneksi antara geografi, inovasi, dan teknologi, Dr. Sc. Sanjiwana Arjasakusuma, S.Si., M.GIS., juga memaparkan orasi ilmiah bertajuk “The Geographical Intelligence: Merangkai Kecerdasan menuju Kebijaksanaan Spasial untuk Kelestarian Bumi”.
Ia menjelaskan bahwa inovasi dan teknologi pada era ini erat kaitannya dengan kecerdasan buatan yang menjadi salah satu disrupsi utama di abad ini. Olehnya, koneksi antara geografi, inovasi, dan teknologi kecerdasan perlu diiringi dengan kesadaran akan kebijaksanaan dalam menjaga keseimbangan antara manusia, teknologi, dan bumi.
“Di sinilah esensi utama dari pilar tema Geo-Inno-Techno, yakni komitmen untuk menyelaraskan inovasi dan teknologi agar senantiasa beroperasi di dalam koridor dan ambang batas daya dukung bumi,” terang Dr. Sanjiwana.
Melalui paradigma tersebut, Dr. Sanjiwana menegaskan bahwa Geographical Intelligence menjadi panduan moral, intelektual, dan praktis bagi kolaborasi nasional dan global dalam mengawal peradaban yang berkelanjutan. Sebab pada akhirnya, lanjut Dr. Sanjiwana, kecerdasan yang paling bernilai bukanlah kecerdasan yang mampu menguasai bumi, melainkan kecerdasan yang bijak dalam merawat dan menjamin keberlanjutan kehidupan setiap makhluk hidup di atasnya.
Dalam acara tersebut, turut dipaparkan rangkuman capaian kinerja dekanat selama periode 2021-2026. Dari aspek pemeringkatan QS World University Ranking, Fakultas Geografi UGM secara konsisten menempati peringkat pertama di Indonesia selama periode tersebut. Capaian ini juga diikuti dengan upaya memperkuat daya saing di tingkat Asia, ASEAN, maupun global.


