Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Guilin University of Technology (GLUT), Tiongkok pada Selasa (25/8/26) hingga Rabu (3/9/26). Melalui discipline construction funds, College of Earth Sciences, GLUT, melaksanakan program Undergraduate Overseas Geological Field Practice di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran lapangan bagi mahasiswa sekaligus upaya memperkuat kerja sama dan pertukaran akademik internasional di bidang ilmu kebumian.
Kegiatan lapangan yang berlangsung selama sepuluh hari ini dipimpin langsung oleh Dr. Bachtiar W. Mutaqin dari Fakultas Geografi UGM yang saat ini juga merupakan Visiting Researcher di College of Earth Sciences, GLUT. Adapun peserta terdiri atas 11 mahasiswa dari tiga program studi berbeda: Geochemistry, Resource Exploration, dan Exploration Technology and Engineering.
Sementara itu, program dilaksanakan di tiga wilayah yaitu Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan fokus pada pengenalan berbagai fenomena dan bentang alam geologi yang memiliki nilai penting dalam pembelajaran ilmu kebumian.
Selama kegiatan, para mahasiswa mempelajari sejumlah objek geologi, antara lain aktivitas vulkanik, mineralisasi tembaga dan emas, bentang alam pesisir, serta fenomena dan risiko kebencanaan geologi.
Pembelajaran lapangan diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami proses-proses geologi secara lebih kontekstual serta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan kondisi riil di dunia nyata.
Dalam pelaksanaannya, para pengajar dan peneliti dari Fakultas Geografi (Dr. Bachtiar W. Mutaqin, Taufik B. Waskita, M.Sc., dan Ahmad S. Mashum), Fakultas Teknik (Prof. Arifudin Idrus dan Dr.Sc. Esti Handini), dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) turut dilibatkan untuk memberikan pendampingan dan arahan selama kegiatan lapangan.
Melalui kegiatan Overseas Geological Field Practice ini, GLUT tidak hanya memberikan pengalaman pembelajaran geologi secara langsung kepada mahasiswa, tetapi juga mendorong terbentuknya jejaring akademik dan kerja sama yang lebih erat dengan institusi pendidikan tinggi di Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan kolaborasi pendidikan dan pertukaran akademik di bidang geosains antara kedua universitas pada masa mendatang.


