Indonesia merupakan negara yang setidaknya menguasai sekitar 42% cadangan nikel di dunia. Salah satu wilayahnya, Konawe Utara, memiliki peran penting dalam industri nikel nasional sekaligus menjadi sentra pertambangan nikel laterit di Indonesia.
Kendati demikian, persoalan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan tersebut acapkali tidak dijawab secara spasial. Hal ini disampaikan Darvpa Nusantara Yogya, mahasiswa Program Studi Kartografi Penginderaan Jauh (KPJ) Angkatan 2023.
Dari celah itulah, Darvpa bersama Ardelia Listiani, yang juga merupakan mahasiswa KPJ Angkatan 2023, melalui Tim The Center, mengembangkan karya berjudul “Pemodelan Prediktif Kontaminasi Lingkungan Tambang Nikel di Konawe Utara: Integrasi Penginderaan Jauh dan Machine Learning untuk Prioritas Reklamasi Berkelanjutan” pada subtema Teknologi dan Inovasi Geospasial.
Keduanya mengembangkan kerangka kerja dalam tiga tahap, yakni mendeteksi, memprioritaskan, dan memprediksi. Darva menambahkan, pada tahap deteksi, tim memanfaatkan citra Sentinel-2, Sentinel-5P, dan data tanah SoilGrids melalui Google Earth Engine (GEE) untuk memantau kondisi air, udara, vegetasi, dan area tailing pada rentang 2016–2024.
Pendekatan ini kemudian diintegrasikan dengan metode pembobotan spasial Geographic Information System-Multi-Criteria Decision Analysis (GIS-MCDA) serta algoritma machine learning Random Forest yang divalidasi dengan spatial block cross-validation untuk memproyeksikan kondisi kerusakan hingga tahun 2032.
Berdasarkan hasil pemodelan, mereka menemukan lonjakan area tailing yang sangat drastis, yakni dari 356 hektare pada tahun 2016 menjadi 6.346 hektare pada 2024 dengan kondisi degradasi yang terpolarisasi. “Sebagai bentuk intervensi mitigasi, kami menyusun peta prioritas berupa penetapan zona reklamasi seluas 68.043 hektare di sekitar inti tambang dan jalur angkut, serta zona revegetasi seluas 91.507 hektare sebagai sabuk penyangga ekosistem,” tambah Darvpa.
Gagasan kritis tersebut berhasil mengantarkan Tim The Center pada kejuaraan nasional sebagai Juara 2 kategori Esai Ilmiah Mahasiswa, ajang Geography Championship XIV yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Minggu (11/10/26).
Selain itu, karya ini juga dinilai sangat relevan dengan upaya mitigasi lingkungan dan secara langsung berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6, SDG 13, dan SDG 15.
“Kami meyakini bahwa kerja geospasial tidak boleh berhenti hanya pada memetakan di mana lingkungan rusak, tetapi juga harus mampu menentukan di mana pemulihan harus dimulai. Capaian ini menjadi pengingat berharga bahwa gagasan geospasial perlu terus diuji di hadapan para akademisi agar semakin tajam dan aplikatif,” pungkas Darvpa.

