Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia memberikan pendampingan teknis dalam proses identifikasi dan analisis potensi pada setiap kecamatan yang menjadi bagian dari kawasan transmigrasi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengidentifikasi potensi wilayah sebagai dasar penyusunan usulan kawasan transmigrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Bersama Kementerian Transmigrasi, tim peneliti Fakultas Geografi UGM yang dipimpin oleh Prof. Suratman dan Dr. Sri Rahayu Budiani, S.Si., M.Si., melakukan serangkaian kegiatan lapangan di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk memperoleh data primer yang komprehensif mengenai kondisi wilayah, potensi sumber daya, serta dinamika sosial masyarakat.
Selama lima hari pelaksanaan pada Minggu (5/7/26) hingga Kamis (9/7/26), tim melakukan observasi lapangan melalui pengamatan langsung terhadap karakteristik fisik wilayah, aktivitas ekonomi masyarakat, ketersediaan infrastruktur, serta potensi unggulan yang dimiliki masing-masing kecamatan.
Bersamaan dengan observasi lapangan, mereka juga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah daerah, perangkat kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. FGD ini ditujukan untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai persepsi masyarakat terhadap rencana pengembangan kawasan transmigrasi, peluang pengembangan ekonomi lokal, serta berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian dalam proses perencanaan.
“Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya berbasis data spasial dan potensi wilayah, tetapi juga mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat,” ujar Dr. Sri Rahayu, ketua tim dari Fakultas Geografi UGM.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan mengintegrasikan aspek keruangan, sosial, ekonomi, dan lingkungan sehingga menghasilkan analisis yang komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pengembangan kawasan.
Nantinya, kolaborasi antara Fakultas Geografi UGM dan Kementerian Transmigrasi akan menghasilkan luaran berupa dokumen “Identifikasi dan Analisis Potensi Kawasan Transmigrasi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara” yang memuat potensi, peluang, kendala, serta rekomendasi pengembangan kawasan.
“Dokumen ini menjadi salah satu dasar dalam pengajuan usulan kawasan transmigrasi sekaligus memastikan bahwa proses pengembangannya memperoleh dukungan dan persetujuan masyarakat sebagai prinsip utama pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

