• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Geografi
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Sambutan Dekan
    • Manajemen
      • Pimpinan Fakultas
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
    • Civitas Akademika
      • Dosen
      • Staf Kependidikan
  • Pendidikan
    • Program Sarjana
      • Geografi Lingkungan
      • Kartografi dan Penginderaan Jauh
      • Pembangunan Wilayah
      • International Undergraduate Program
    • Program Pascasarjana
      • Program Studi Magister Geografi
      • Program Studi Magister Geografi Minat Pembangunan Wilayah
      • Program Studi Magister Geografi Minat MPPDAS
      • Program Studi Magister Penginderaan Jauh
      • Program Studi Doktor Geografi
    • Admisi
      • Program Sarjana
      • Program Pascasarjana
      • Program Fast Track S1 – S2
      • MATRIKULASI D4 ke S1
    • Akreditasi
  • Akademik & Kemahasiswaan
    • Peraturan Akademik
      • Panduan Akademik
      • Kode Etik Mahasiswa Geografi
      • Tata perilaku Mahasiswa UGM
    • Layanan Kemahasiswaan
    • Layanan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Seputar Magang
    • Beasiswa
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Ikatan Profesi Dan Lembaga-Lembaga Lain
  • P2M
    • Penelitian & Pengabdian Masyarakat
    • Tracer Study
  • Kerja sama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
    • Alumni
  • Fasilitas
    • Akademik
    • Student Wellbeing
    • Peminjaman Ruang
    • Ruang Kebugaran
  • Beranda
  • Rilis
  • Mahasiswa Geografi UGM Gagas Sistem Purifikasi Udara Berbasis IoT-Mikroalga dan GIS

Mahasiswa Geografi UGM Gagas Sistem Purifikasi Udara Berbasis IoT-Mikroalga dan GIS

  • Rilis
  • 9 Juli 2026, 14.06
  • Oleh: nailasalma
  • 0

United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat 99 persen populasi dunia menghirup udara tercemar setiap hari. Di kawasan perkotaan, konsentrasi polutan di dalam ruangan bahkan dapat mencapai dua hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan udara luar, padahal masyarakat urban menghabiskan lebih dari 90 persen waktunya di dalam ruangan.

Di tengah keterbatasan solusi yang ada, mikroalga menjadi alternatif pemurnian udara karena kemampuannya menyerap karbon dioksida (CO₂) lebih efisien dibandingkan tanaman darat sekaligus menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. 

Kendati demikian, sistem fotobioreaktor (PBR) mikroalga masih bersifat pasif yang hanya berfungsi sebagai filter biologis tanpa kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan secara real-time. Dari sinilah, Hizkil Achmad Dayan, mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggagas BIO-SMART CITY.

Gagasan mahasiswa Program Studi Geografi Lingkungan angkatan 2025 ini berhasil meraih Juara I Lomba Esai Nasional pada ajang Fission Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Sukabumi pada Sabtu (20/6/26).

Mengenal BIO-SMART CITY

BIO-SMART CITY adalah sistem purifikasi udara indoor berbasis fotobioreaktor mikroalga yang terintegrasi dengan sensor IoT dan analisis spasial GIS. Hizkil menjelaskan bahwa BIO-SMART CITY bekerja melalui siklus umpan balik cerdas Sense–Think–Act.

“Sensor menangkap data kualitas udara, seperti kadar CO₂, PM2.5, NO₂, suhu, dan kelembapan secara berkelanjutan. Selanjutnya, data dianalisis pada platform cloud menggunakan algoritma machine learning. Sistem secara otomatis akan mengatur aktuator seperti lampu LED dan pompa nutrisi untuk menjaga kinerja mikroalga tetap optimal,” jelasnya.

Menurut Hizkil, BIO-SMART CITY berpotensi meningkatkan kualitas udara dalam ruangan sekaligus menekan konsumsi energi bangunan melalui pengurangan beban kerja sistem HVAC. Selain itu, sistem ini juga menawarkan nilai ekonomi melalui pemanfaatan biomassa mikroalga sebagai bahan baku energi terbarukan, seperti biogas dan biodiesel, serta berfungsi sebagai unit penangkap karbon (carbon capture) terdesentralisasi yang dapat mengompensasi berkurangnya ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

“Berdasarkan kajian literatur yang digunakan, mikroalga terbukti mampu menyerap CO₂ hingga 1,3–1,8 kilogram per kilogram biomassa kering dengan proyeksi penyerapan mencapai puluhan kilogram CO₂ per hari pada instalasi skala besar, jauh lebih hemat energi dibanding sistem HVAC konvensional,” kata Hizkil.

Adapun luaran dari gagasan BIO-SMART CITY meliputi desain konseptual perangkat keras berupa unit bioreaktor, sistem masukan udara, perangkat IoT, serta perangkat lunak berupa platform cloud, algoritma optimisasi, dan aplikasi seluler. 

Selain itu, gagasan ini juga menghasilkan purwarupa (mockup) aplikasi untuk memantau kualitas udara secara real-time, diagram alir mekanisme kerja sistem, analisis SWOT, estimasi biaya instalasi sekitar Rp1,3–2 juta per unit prototipe, serta roadmap implementasi yang mencakup lima tahapan, mulai dari penelitian hingga scaling.

Tags: SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Rilis Berita

  • Mahasiswa Geografi UGM Gagas Sistem Purifikasi Udara Berbasis IoT-Mikroalga dan GIS
  • Perkuat Kolaborasi Internasional, Geografi UGM Ikuti LANDAc Annual Conference di Belanda
  • Strategi Proaktif Tekan Risiko Bencana dan Bangun Ketahanan Iklim

Link Pendaftaran

Link Fakultas Geografi

Universitas Gadjah Mada

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Phone +62-274-6492340| 589595
Email: geografi@ugm.ac.id
Instagram : @geografiugm

Tentang

  • Sejarah
  • Visi Misi Tujuan
  • Pimpinan Fakultas
  • Senat Fakultas
  • Daftar Dosen Pengajar

Departemen

  • Geografi Lingkungan
  • Sains Informasi Geografi
  • Geografi Pembangunan
  • Pengelola Departemen
  • Pengelola Program Studi

Kemahasiswaan

  • Organisasi Kemahasiswaan
  • Layanan Kemahasiswaan
  • Seputar Magang

Layanan Terpadu

  • Heregistrasi
  • Surat Kemahasiswaan
  • Virtual Office Akademik

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
Flag Counter

© 2018 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada | IG: geografiugm

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju