Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) ikut berpartisipasi dalam konferensi internasional LANDAc Annual Conference 2026 yang diselenggarakan di Janskerkhof, Utrecht, Belanda, pada Kamis (2/7/26) hingga Jumat (3/7/26). Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Geografi UGM diwakili oleh tiga dosen, yaitu Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc., Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., dan Rizki Adriadi Ghiffari, S.T., M.Sc.
LANDAc Annual Conference merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh the Netherlands Land Academy untuk mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan, praktisi pembangunan dan profesional dalam bidang tata kelola lahan dan pembangunan. Tahun ini, konferensi mengusung tema Land, Conflict, and Peace.
Pada sesi paralel, Prof. Rijanta bersama Dr. Erlis Saputra dan Rizki Adriadi Ghiffari menjadi convener dalam sesi bertajuk Cities, Land and Conflict: Dreams, Development, and Damages? bersama mitra penelitian, yakni Dr. Janwillem Liebrand, Prof. Kei Otsuki, dan Dr. Femke van Noorlos dari Utrecht University, serta Michelle Kooy dari IHE Delft.
Mitra-mitra tersebut saat ini juga tergabung dalam Konsorsium Forest City, yaitu kerja sama antara universitas-universitas di Indonesia dan Belanda yang meneliti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Indonesia.
Keikutsertaan Fakultas Geografi UGM dalam konferensi ini telah berlangsung secara rutin sejak penelitian Konsorsium Forest City dimulai yaitu pada tahun 2021 sebagai bentuk kolaborasi dengan mitra dan publikasi hasil penelitian.
Selain itu, konferensi ini juga dihadiri sejumlah mitra dari Indonesia, di antaranya Dr. Rahmat Aris Pratomo dari Institut Teknologi Kalimantan dan Dr. Ari Susanti dari Fakultas Kehutanan UGM.

