Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Pelatihan Optimalisasi Timbangan Sampah Digital Berbasis Internet of Things (IoT) di Ruang Siti Nurbaya Center (SNC) Fakultas Geografi UGM pada Senin (29/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis data sekaligus mendukung program UGM Sustainability Campus Action.
Pengembangan timbangan sampah digital berbasis IoT ini dilakukan oleh tim mahasiswa dan dosen Program Studi Teknik Fisika serta Laboratorium Sensor dan Sistem Telekontrol UGM. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pencatatan timbulan sampah secara lebih akurat melalui sistem pengukuran digital.
Selama ini, UGM belum memiliki data keluar masuk sampah yang terhitung secara menyeluruh. Dengan adanya teknologi tersebut, berat sampah pada titik pengumpulan dapat dipantau secara real-time di seluruh lingkungan UGM, termasuk Fakultas Geografi UGM.
Dalam sambutan pembuka, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Geografi UGM, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T., M.Sc., mengatakan perguruan tinggi perlu menjadi contoh dalam penerapan pengelolaan sampah melalui infrastruktur cerdas.
“Perguruan tinggi perlu menjadi contoh dalam menangani sampah melalui infrastruktur cerdas yang ada. Sampah tidak hanya berakhir di pembuangan, tetapi perlu dikelola agar tidak memberikan dampak buruk,” ujarnya.
Dr. Ir. Thomas Oka Pratama, S.T., M.Eng., narasumber pelatihan sekaligus dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM, menjelaskan bahwa sistem yang ia gagas bersama tim mampu mengukur berat timbulan limbah secara real-time dan telah terintegrasi dengan IoT.
Saat melakukan penimbangan sampah, lanjutnya, terdapat fitur pengelompokan jenis sampah, seperti sampah organik atau sisa makanan, sampah daur ulang atau anorganik, residu, serta sapuan berupa daun dari area luar maupun dalam ruangan.
Pada pelatihan tersebut, peserta juga melakukan praktik langsung penggunaan alat, mulai dari cara menempatkan objek secara tepat hingga membaca hasil pengukuran.
“Data yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk pemantauan, evaluasi, dan penyusunan kebijakan pengelolaan sampah secara digital,” terangnya.
Ke depan, Fakultas Geografi UGM akan terus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas timbangan sampah digital tersebut.
“Kami bersedia menyiapkan ketercukupan fasilitasnya dan mengoptimalkan infrastruktur yang ada. Jika belum optimal, kami juga memerlukan kritik dan saran agar bisa kami upayakan lebih baik lagi,” ujar Dr. Dyah.


