Di tengah eskalasi krisis iklim dan tantangan degradasi lingkungan yang kian kompleks, pengelolaan tata ruang dan sumber daya alam membutuhkan transformasi kapasitas manusia melalui sinergi lintas negara. Menjawab tantangan global tersebut, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi membuka konferensi internasional bergengsi, The 7th International Conference on Environmental Resources Management in Global Region (ICERM 2026) pada Selasa (19/5/26).
Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., dalam sambutan pembuka mengatakan bahwa esensi dari seluruh upaya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan bermuara pada kesiapan perilaku dan tata kelola manusianya.
Dengan mengusung tema utama “Human Resources Management for Sustainability”, konferensi yang digelar secara hybrid mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan dari berbagai belahan dunia untuk mendiskusikan strategi integratif dalam menyelaraskan potensi manusia dengan kelestarian alam.
Ketua Panitia ICERM 2026, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si., dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa forum ini bertujuan memfasilitasi pertukaran gagasan ilmiah sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data (evidence-based policy) demi keberlanjutan lingkungan.
Pada ICERM tahun ini, antusiasme tinggi dari komunitas akademik global berhasil mempertemukan ratusan peserta dari berbagai negara. Perspektif multikultural tersebut didistribusikan ke dalam beberapa sub-tema strategis, meliputi geografi manusia dan perencanaan spasial, agenda perkotaan baru (New Urban Agenda), manajemen bencana dan perubahan iklim, tata kelola air terintegrasi (IWRM), hingga pengelolaan ekosistem pesisir serta danau tropis.
Guna membedah tema besar tersebut, ICERM 2026 menghadirkan jajaran pakar terkemuka lintas sektor dari berbagai negara. Pada sesi Keynote Speakers, hadir tiga pakar yang memaparkan materi fundamental, yaitu Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, M.T., M.Sc. dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (Indonesia) yang mengulas terkait Human geography and Urban risk management, Dr. Khamarrul Azahari Bin Razak dari Universiti Teknologi Malaysia (Malaysia) yang memaparkan kepakarannya di bidang Community-based Complex Disaster Risk Reduction, serta Dr. Abdul Haris Achadi, S.H., DESS. dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS, Indonesia) yang membawa perspektif praktis mengenai Disaster and Emergency management.
Sesi konferensi kemudian diperkaya dengan kontribusi pemikiran dari para Invited Speakers mancanegara yang mengupas dimensi sosial, spasial, dan kebijakan keberlanjutan. Di antaranya adalah Prof. Dr. S. Suriyanarayanan, M.Sc., M.Phil., Ph.D., PGDESD. dari JSS Science and Technology University (India) yang merupakan pakar di bidang Environmental Monitoring, Environmental Sustainability, and Policies.
Selain itu, hadir pula Prof. Jian Bang Deng dari Tamkang University (Taiwan) yang membagikan pandangannya mengenai Future Studies, Social Design, Human Mobility, Sociology, and Foresight-based Education, serta Prof. Dr. Makoto Takahashi dari Nagoya University (Jepang) yang membedah topik seputar Human Geography, Rural and Regional Development, Community Development, Disaster Risk Reduction, and Post-disaster Recovery Studies.
Artikel-artikel ilmiah pilihan yang dipresentasikan dalam forum ini dan lolos kurasi ketat akan dipublikasikan melalui prosiding internasional bereputasi yang terindeks secara global oleh Scopus, memberikan kontribusi nyata pada pengayaan literatur akademis dunia.
Penyelenggaraan ICERM 2026 ini juga menjadi bukti konkret dari kontribusi aktif Fakultas Geografi UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, gagasan-gagasan yang didiseminasikan dalam forum ini menyasar pada poin SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
“Fakultas Geografi UGM berkomitmen mendorong kolaborasi global, baik dalam bentuk riset bersama, pertukaran pelajar, maupun perumusan kebijakan tata ruang yang inklusif untuk mendukung visi UGM sebagai World Class University yang berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Dekan Fakultas Geografi UGM.



