Kawasan Asia-Pasifik dikenal sebagai wilayah yang rentan terhadap bencana, terutama banjir. Di Indonesia sendiri, risiko tersebut meningkat seiring pengaruh hujan monsun, kondisi geografis, serta percepatan urbanisasi yang kian masif. Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini yang lebih efektif.
Seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan analisis data spasial-temporal dinilai dapat menjadi solusi untuk membantu mengurangi risiko bencana.

