Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan (Lab. HKL) di bawah Departemen Geografi Lingkungan, secara resmi menerbitkan Majalah Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan edisi pertama pada Juli 2025 dan akan terbit secara berkala pada edisi-edisi selanjutnya. Inisiatif tersebut merupakan wujud nyata komitmen Lab. HKL dalam menyampaikan informasi ilmiah, hasil riset, serta isu-isu terkini di bidang hidrologi, klimatologi, dan lingkungan hidup kepada masyarakat luas.
SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Kehadiran Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi disruptif kini tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga membuka peluang strategis di berbagai sektor. Salah satunya dalam pengelolaan sumber daya alam, di mana implementasi Geo-AI muncul sebagai alternatif yang dapat menjawab tantangan kebutuhan analisis spasial termasuk dalam perhitungan cadangan karbon.
Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Working Package (WP) 1.6 FOLU Fakultas Geografi (FGe) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Sistem Geo-AI for Carbon Storage Assessment pada Senin (23/6) untuk mendukung Program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi membuka rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-62 pada Kamis (26/6) di halaman depan Gedung Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Fakultas Geografi UGM. Pembukaan tersebut turut disertai dengan peluncuran logo Dies Natalis, dilanjutkan dengan pelepasan burung sebagai simbol pelestarian lingkungan hidup, serta senam sehat bersama sivitas akademika.
Dekan Fakultas Geografi, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema besar yang diangkat pada tahun ini adalah Geografi Lestari yang merupakan akronim dari Living Earth, Strengthening Together for Adaptive Resilience Initiative.
Dalam rangka mendukung pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, Fakultas Geografi (FGe) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis (12/6) di Hotel Porta by Ambarrukmo, Yogyakarta. Kegiatan ini mengambil tema “Sinkronisasi Hasil Kajian Ecosystem-based Approach (EbA) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri, Rokan, Sepaku, Brantas, dan Karst Jawa”.
FGD ini merupakan bagian dari WP 2.1 dan 2.2 yang bertujuan untuk melakukan validasi terhadap matriks indikator EbA sebagai instrumen penilaian praktik baik pendekatan berbasis ekosistem. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menguji coba penerapan matriks indikator versi awal serta memetakan kesesuaian dan efektivitasnya bagi calon pengguna.
Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukuhkan guru besar pada Kamis (5/6) di Balai Senat UGM. Kali ini, pengukuhan diberikan kepada Prof. Dr. R. Suharyadi, M.Sc., dari Fakultas Geografi UGM, dalam bidang Penginderaan Jauh Perkotaan.
Melalui pidato pengukuhannya yang bertajuk “Interpretasi Citra Penginderaan Jauh secara Hibrida untuk Membantu Survei Daerah Perkotaan”, Prof. Suharyadi memberikan gambaran tentang perkembangan penginderaan jauh yang digunakan untuk survei daerah perkotaan.
Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Fakultas Geografi (FGe) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi nyata melalui kegiatan penanaman pohon Mojo di lingkungan kampus pada Rabu (4/6). Inisiatif ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari aksi nyata untuk membangun kesadaran ekologi dan komitmen terhadap planet berkelanjutan.
Penanaman pohon Mojo digagas oleh Prof. Dr. Suratman, M.Sc., dosen Fakultas Geografi UGM sebagai respons konkret terhadap isu lingkungan global, khususnya perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Tim GeosainsCode Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih juara pertama dalam kategori Innovative Essay Competition (IEC) pada The 22th Civil Engineering National Summit (CENS) yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI). Dua dari tiga anggota tim merupakan mahasiswa dari Fakultas Geografi (FGe) UGM, yaitu Astri Sholikhah dan Mujaddid Azka Fikri Ghajali dari Program Studi Geografi Lingkungan angkatan 2023, sementara satu anggota lainnya, Dina Inanda Kamila, berasal dari Teknik Arsitektur UGM. Capaian ini sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai tim pertama dari luar disiplin Teknik Sipil yang menjuarai kompetisi tersebut.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berkomitmen mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030 melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) WP 2.3 bertajuk “Sinkronisasi Hasil Kajian EbA di DAS Indragiri, Rokan, Sepaku, Brantas, dan Karst Jawa”. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menginventarisasi dan memverifikasi data spasial yang mendukung pendekatan Ecosystem-based Adaptation (EbA), sekaligus menyiapkan data terstandarisasi untuk diintegrasikan ke dalam sistem Geoportal FOLU Net Sink 2030.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (FGE UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kolaborasi internasional di bidang perubahan iklim dan ekonomi biru. Hal ini ditandai dengan ditunjuknya FGE UGM sebagai mitra utama sekaligus regional coordinator dalam penyusunan seagrass blue carbon and peatland profile untuk wilayah ASEAN dan Timor Leste dalam acara The Launch Event of the ASEAN Blue Carbon and Finance Profiling (ABCF) Project.
Proses penyusunan profil tersebut dikoordinasikan oleh Prof. Dr. Pramaditya Wicaksono, S.Si., M.Si., dari Fakultas Geografi UGM bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Badan Informasi Geospasial (BIG).
Pramaditya Wicaksono | Amanda Maishella | Ramadhan
Remote Sensing Applications: Society and Environment, Volume 38, April 2025, 101552
Abstract
One of the challenges associated with the monitoring of seagrass meadows is the seasonal variability in percent cover, which is closely linked to the aboveground biomass carbon stock (AGC). To gain a comprehensive understanding of seagrass dynamics, it is essential to obtain spatial and temporal information on seagrass AGC. The most effective approach for mapping the dynamics of seagrass AGC is remote sensing; however, limited robustness of the mapping model limits their applicability across different locations. To address this issue, we developed a robust model for mapping seagrass AGC, with the objective of capturing the dynamics of seagrass AGC in intertidal seagrass meadows. Using seagrass field data and assuming that pure seagrass and sand pixels have 100 % and 0 % seagrass cover, respectively, we trained stepwise, machine learning (random forest, support vector machine, and multivariate adaptive regression spline), and deep learning (dense neural network) regression models to convert Sentinel-2 reflectance into seagrass AGC. The accuracy of the models was evaluated at multiple sites with available field data, and the results demonstrated an RMSE ranging from 6.28 to 13.97 g C m−2 and a correlation coefficient between 0.69 and 0.83. Overall, the SVM regression model exhibited the highest accuracy. The SVM model was subsequently applied to 13 seagrass sites across Indonesia over a 36-month period, revealing consistent and recurring monthly and bimonthly AGC patterns. The majority of seagrass meadows exhibited their highest AGC during the May–June period and their lowest during the September–October period. This study also represents the first time-series mapping of seagrass AGC in Indonesia on a monthly and bimonthly basis, marking a significant advancement in understanding seagrass’s potential as a blue carbon sink. Additionally, to achieve more accurate assessments of seagrass changes, it is crucial to account for the monthly and seasonal dynamics in seagrass growth patterns.

