Mahasiswa Program Studi Pembangunan Wilayah Angkatan 2024 mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Minggu (21/6/26) hingga Kamis (25/6/26) di Kota Madiun. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 80 mahasiswa dengan mengusung topik “Analisis Potensi dan Permasalahan di Kota Madiun”.
Kota Madiun sendiri dipilih sebagai lokasi KKL 2 karena memiliki potensi wilayah yang cukup beragam. Sektor ekonominya didominasi oleh kegiatan tersier, terutama perdagangan dan jasa, yang tercermin dari kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor tersier sebesar Rp9.769 miliar pada tahun 2024.
Selain itu, Kota Madiun juga memiliki potensi pada sektor industri menengah dan sentra komersial baru yang menjadi daya tarik aglomerasi penduduk. Sektor pertanian dan agrikultur, serta UMKM, khususnya di bidang kuliner dan kerajinan juga menjadi potensi penting.
Kota ini juga didukung konektivitas yang strategis melalui jalan arteri dan ring road barat yang memperlancar logistik dan mobilitas pekerja komuter dari Kabupaten Madiun dan Magetan. Hubungan urban-rural linkages juga menjadi salah satu kekuatan wilayah, di mana daerah penyangga berperan sebagai pemasok bahan baku pangan dan tenaga kerja.
Meskipun memiliki berbagai potensi, Kota Madiun juga menghadapi sejumlah permasalahan yang perlu ditangani secara terintegrasi, antara lain disparitas kesejahteraan antar kelurahan, terutama di kawasan perbatasan yang memiliki akses terbatas terhadap infrastruktur layanan dasar seperti pendidikan menengah dan kesehatan rujukan, alih fungsi lahan yang masif, mengakibatkan penyusutan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan lahan pertanian produktif, serta berdampak pada kualitas lingkungan.
Kota Madiun juga memiliki kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang mendekati over capacity, memerlukan pengelolaan sampah terpadu dan kerja sama regional. Kemudian, rendahnya optimalisasi UMKM akibat keterbatasan akses distribusi dan bahan baku, hingga risiko kebencanaan, terutama banjir kiriman dan genangan lokal di beberapa kelurahan yang memerlukan sistem peringatan dini dan mitigasi terpadu.
Dalam menganalisis potensi dan masalah tersebut, mahasiswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok studio dan kelompok kajian yang didampingi oleh dosen pembimbing. Setiap kelompok melakukan penelitian berbasis kewilayahan dengan ruang lingkup administratif kelurahan dengan topik kajian meliputi aspek ekonomi wilayah, sosial budaya, fisik, penggunaan lahan, infrastruktur wilayah, dan kebencanaan.
Pada hari pertama, mahasiswa melaksanakan observasi lapangan awal, dilanjutkan dengan survei untuk memperoleh data primer dan sekunder pada hari-hari berikutnya. Data tersebut diperoleh dari responden masyarakat, pelaku UMKM, serta instansi terkait seperti kelurahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selama kegiatan lapangan, para dosen pembimbing terlibat aktif dalam mendampingi kegiatan lapangan, melaksanakan diskusi, memberikan arahan, masukan serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Setiap malam, mahasiswa juga melakukan diskusi kelompok intensif untuk mengulas kembali hasil survei dan merencanakan kegiatan lapangan keesokan harinya.


