Perubahan Iklim merupakan salah satu issue global yang menjadi perhatian utama negara-negara di Dunia. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari dampak perubahan iklim yang sangat jelas: kenaikan muka air laut, perubahan musim yang menyebabkan perubahan pola tanam, krisis pangan dan menurunnya kualitas lingkungan.
Berbagaimacam sektor telah berupaya untuk merespon perubahan tersebut, salah satunya dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi. Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu Fakultas di Universitas Gadjah Mada yang sangat berkepentingan dalam mengantisipasi perubahan tersebut melalui kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan networking baik dalam skala nasional dan internasional.
Untuk merealisasikan antisipasi perubahan iklim Global, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada menjalin kerjasama dengan negara-negara di Eropa, Afrika dan Asia dalam suatu program yang bernama “Linking European, Asian and African on Climate Change” (LEAN-CC). Program tersebut diwadahi dalam skema Erasmus Mundus Programme yang didanai oleh European Union. Program LEAN-CC ini merupakan konsorsium 9 Universitas di 5 Negara baik di Asia, Afrika maupun Eropa antara lain: Erasmus University Rotterdam – I.H.S./R.H.V. (Koordinator), Radboud University Nijmegen, Ca’ Foscari University of Venice, Rotterdam University of Applied Sciences, Vilnius Gediminas Technical University, Ateneo de Manila University, Gadjah Mada University, Soegijapranata Catholic University of Semarang, and The University of Witwatersrand, South Africa.
Tujuan dari konsorsium tersebut adalah sebagai knowledge hub dalam sharing pengalaman pendidikan dan penelitian, koordinasi dan kerjasama terkait dengan perubahan iklim antara negara-negara di Eropa, Asia dan Afrika khususnya di Pendidikan Tinggi baik dosen, peneliti maupun mahasiswa dalam memberikan solusi inovatif dalam memformulasikan pola-pola mitigasi dan strategi adaptasi perubahan iklim global. Secara spesifik tujuan dari kegiatan ini antara lain (1) membangun kepedulian dunia perguruan tinggi antara negara-negara anggota konsursium dalam pendidikan dan penelitian perubahan iklim, (2) membangun dan memperbaiki akses ke pendidikan tinggi Eropa dalam bidang perubahan iklim, (3) memperbaiki kualitas pendidikan tinggi di negara partners melalui pembuatan E-Learning platform.
Kick Off Conference yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada merupakan pertemuan pertama kali yang bertujuan untuk merencanakan agenda kegiatan selama dua tahun kedepan. Kick-off conference dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari negara-negara partner dan melibatkan dosen, peneliti maupun mahasiswa. Kick-off conference ini dibuka oleh Dekan Fakultas Geografi, UGM, Prof. Dr. Suratman, M.Sc yang menekankan pentingnya pembangunan SDM yang tangguh dalam menghadapi perubahan Iklim. Beliau menjelaskan posisi strategis dan kekuatan besar Universitas Gadjah Mada yang merupakan universitas terbesar dan tertua di Indonesia dengan disiplin ilmu yang sangat komprehensif (18 Fakultas, dan 1 Fakultas Pascasarjana). UGM memiliki visi universitas riset bertaraf internasional dan sangat mendukung segala kegiatan networking baik dalam skala local, regional, nasional maupun Internasional. Dalam kesempatan yang sama, ketua panitia Drs. Sukamdi, M.Sc. menekankan bahwa kerjasama dalam skala global di dunia perguruan tinggi merupakan kekuatan besar sebagai agence of change dalam membangun perhatian dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim global.
Dalam kick-off conference ini terdapat 5 keynote speech baik dari Indonesia (Dr. Armi Susndi, Deputi Dewan Nasional Perubahan Iklim & Dr. Jatna Supriatna, Direktur Pusat Studi Perubahan Iklim, Universitas Indonesia), Stelios Grafakos (HIS, Belanda), Edwin Van Rest (CEO Study Portals), Rik Heikoop (RUAS), Mr. Bernhard Barth (UN-HABITAT).
Disarikan oleh
Dr. Danang Sri Hadmoko, M.Sc & Dr. Muh. Aris Marfai, M.Sc.
BIRO KERJASAMA LUAR NEGERI (BKLN)
Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

