Kegiatan tahunan Summer Course Program kembali hadir pada tahun 2025 dengan mengusung tema “Smart City, Digital Transformation and Society in Southeast” pada 23 Juni-10 Juli 2025. Kegiatan internasional tersebut diselenggarakan oleh Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) didukung oleh Fakultas Geografi UGM dengan Koordinator Program, Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., Ketua Minat Studi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi UGM sekaligus Kepala Pusat Studi PSSAT.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Dalam rangka mendukung pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, Fakultas Geografi (FGe) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop pada Senin (7/7) di Hotel Khas Tugu, Yogyakarta. Workshop yang merupakan bagian dari Work Package (WP) 2.4 ini mengusung tema “Penyamaan Persepsi Indikator Ecosystem-based Approach (EbA) dari Hasil Analisis Pemetaan EbA”.
Workshop tersebut merupakan forum koordinasi multipihak yang melibatkan berbagai lembaga dari tingkat nasional untuk mengidentifikasi ulang dan mengevaluasi daftar praktik baik EbA, mengidentifikasi kesenjangan teoritis antara praktik baik kegiatan EbA di berbagai daerah dengan kebijakan perubahan iklim nasional maupun internasional, dan menyelaraskan pemahaman serta menyusun indikator penilaian praktik EbA yang sesuai dengan prinsip-prinsip mitigasi perubahan iklim.
Pemerintah Kota Salatiga melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tengah menyusun dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) untuk periode 2025–2029. Dalam proses penyusunannya, Bappeda Kota Salatiga menggandeng Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai mitra akademik.
Kepala Bappeda Kota Salatiga, Agung Hendratmiko, S.T., M.T., M.Si.,menyampaikan bahwa penyusunan dokumen ini merupakan langkah penting untuk mereview RPKD periode 2023–2027 juga memperkuat strategi dan program pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.
Tiga mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi (FGe), Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara 1 dan Best Presentation kompetisi Esai bertemakan Inovasi Teknologi Perikanan di ajang Pekan Akuakultur Indonesia (PIA) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya (UB). Ketiga mahasiswa tersebut adalah R. Muhammad Syarif Abdurrahman, Adam Amirul Akbari, dan Darvpa Nusantara Yogya.
Melalui karya yang berjudul “Aplikasi Machine Learning pada Citra SkySat untuk Deteksi Aktivitas Overfishing: Strategi Gen Z dalam Penegakan Pembatasan Penangkapan Ikan”, mereka mengangkat isu overfishing yang kian mengancam keberlanjutan ekosistem laut nasional.
Dalam rangka memberikan bekal kepada calon wisudawan menghadapi dunia kerja, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (FGe UGM) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Wisudawan Periode III Tahun Akademik 2024/2025 , pada Senin (26/5), di Ruang E502, Gedung E Lantai 5, Fakultas Geografi UGM.
Kegiatan ini mengusung tema “Green Jobs dan Personal Branding untuk Melamar Pekerjaan” , yang bertujuan membekali calon wisudawan dengan informasi terkini seputar peluang pekerjaan di bidang geografi serta strategi membangun citra diri yang menarik di mata dunia kerja.
Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) merupakan kerangka besar pembangunan kependudukan yang terdiri atas lima pilar utama: pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran penduduk, serta data.
Dalam kegiatan Pertemuan Advokasi Grand Design Pembangunan Kependudukan Kabupaten Gunungkidul, Dr. Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si., dosen sekaligus Kepala Laboratorium Kependudukan dan Sumberdaya Ekonomi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (FGe UGM) menyampaikan bahwa GDPK bukan sekadar dokumen formal, melainkan peta jalan kebijakan yang disusun secara logis dan berbasis empiris dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Nanang Widaryoko | Sukamdi | Agus Joko Pitoyo
Cogent Social Sciences 2025, Vol. 11, no. 1, 2495858
Abstract
Scholarly discourse on migration has traditionally examined the welfare implications for migrants and non-migrants, yielding diverse perspectives. However, the conventional portrayal of migration as a one-way, overlooks the dynamic nature of contemporary migration, rendering discussions on the impact of migration less comprehensive. This study fills the gap by investigating the economic and poverty impacts of repeated migration versus one-way migration in Indonesia. Using panel data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) from 1993 to 2014, we apply a multinomial endogenous switching regression model and Propensity Score Matching (PSM) to analyze migration outcomes across different migration trajectories. Our findings reveal that migrants who engage in onward migration generally experience higher economic welfare than one-way migrants. Among one-way migrants, those who migrated as children have the highest economic outcomes, while one-way migration in adulthood tends to be less beneficial. In terms of poverty impact, migrants who moved as children have the most significant effect on poverty reduction, followed by onward migrants, while migrants who move as adults do not significantly reduce poverty. These results underscore the importance of considering migrant quality, migration duration, and migration trajectory in achieving migration outcomes. In addition, these findings show the importance of classifying migration as not only one way but also repeated migration.
Titik Munawaroh | Sukamdi | Abdur Rofi | Umi Listyaningsih
Asian Economic and Financial Review Vol. 15 No. 3 (2025)
Abstract
Indonesia, the fourth most populous country globally, is approaching an aging population and is considered unprepared for its consequences. In this context, the effect of population aging on economic growth is a widely debated topic. Previous research has shown different perspectives, stating that population aging positively and negatively influences economic growth, while other analyses report an ambiguous relationship. Therefore, this research aimed to explore the phenomenon of population aging and its economic implications by using regional macro data at the district or city level from the official 2020 BPS-Statistics Indonesia publication. Using a linear regression method, the results showed that population aging, measured by the OADR (Old Age Dependency Ratio), both traditional and modified, possesses a substantial negative influence on economic growth. However, older workers contribute positively since an increase in labor force participation could mitigate the negative consequences of population aging. Increased inclusion of older adults in economic activities is also a potential strategy for mitigating the impact. The model suggests that this method reduces economic burdens associated with an aging population. However, further research is needed to determine the most effective methods to increase the inclusion of older adults in the workforce while safeguarding basic rights in terms of health and well-being.
Upaya pengembangan Geopark Jogja menuju jejaring Geopark Nasional dan UNESCO terus dilakukan melalui riset, publikasi ilmiah, edukasi, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat. Langkah ini diarahkan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal dan pendekatan ilmiah. Sebagai bentuk komitmen, Badan Pengelola Geopark Jogja merintis kerja sama strategis dengan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (FGE UGM) pada Selasa (15/4).
Kolaborasi ini dapat mengintegrasikan kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga mendukung perencanaan program pengembangan Geopark Jogja untuk periode 2025–2032.
Departemen Geografi Lingkungan (GEL), Fakultas Geografi (FGE), Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan kuliah umum bertema “Malaysia’s Demographic Transformation: Embracing the Realities of an Aging Society” pada Senin (17/2) secara daring. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional dari Malaysia, Dr. Nik Norliati Fitri, Senior Lecturer di Universiti Sains Malaysia yang memiliki keahlian di bidang Geografi Penduduk, Demografi, dan Geografi Perkotaan.
Dalam pemaparannya, Dr. Nik Norliati mengungkapkan bahwa Malaysia saat ini tengah mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Data menunjukkan bahwa pada tahun 1970, persentase lansia di Malaysia berada di angka 5,2%. Angka tersebut meningkat menjadi 5,7% pada tahun 1990, dan mencapai 6,3% pada tahun 2000. Hingga tahun 2024, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas tercatat sebesar 8,1%.

