Dalam upaya memperkuat kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Reviewer dan Etika Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Senin (28/07). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen Fakultas Geografi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis dalam mereview proposal penelitian, tetapi juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika dalam seluruh pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-62, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan ziarah dan doa bersama pada Selasa (29/07) di Makam Keluarga Universitas Gadjah Mada, Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman.
Ketua Panitia Dies Natalis, Dr. Mukhamad Ngainul Malawani, S.Si., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pendahulu Fakultas Geografi.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kita memiliki guru dan kolega yang ilmunya terus kita ikuti dan jadikan panduan dalam menjalankan tugas akademik maupun pengabdian,” ujarnya.
Dalam upaya memperkuat jejaring internasional, dua dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron dan Dr. rer. nat. Arry Retnowati menjadi pembicara dalam program International Guest Lecture yang diselenggarakan oleh Universitas Duisburg-Essen (UDE), Jerman, pada periode 13–22 Juni 2025.
Kerja sama antara Fakultas Geografi UGM dan UDE bukanlah hal baru. Kolaborasi ini telah terjalin sejak kunjungan Prof. Dr. Rudolf Juchelka ke UGM dalam rangka akreditasi internasional yang dilaksanakan oleh lembaga akreditasi ternama, ASIIN.
Di sebuah kota yang kerap diasosiasikan dengan efficiency and futurism, terdapat pula narasi yang lebih senyap namun tak kalah kuat, upaya untuk merawat keterhubungan antara manusia, teknologi, dan alam. Selama hampir tiga pekan mengikuti ASEAN Summer Program dengan major Ecology and Earth System di Nanyang Technological University (NTU), Singapore, R. Muhammad Syarif Abdurrahman, peserta dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapati bahwa sustainability bukanlah sekadar ambisi negara maju, melainkan a way of thinking yang bisa dirawat dan diadaptasi, sejauh ada collective will dan clarity of vision.
Kegiatan tahunan Summer Course Program kembali hadir pada tahun 2025 dengan mengusung tema “Smart City, Digital Transformation and Society in Southeast” pada 23 Juni-10 Juli 2025. Kegiatan internasional tersebut diselenggarakan oleh Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) didukung oleh Fakultas Geografi UGM dengan Koordinator Program, Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., Ketua Minat Studi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi UGM sekaligus Kepala Pusat Studi PSSAT.
Dua mahasiswa Program Studi Geografi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2021, Gammanda Adhny El Zamzamy Latief dan Muhammad Alsamtu Tita Sabila Pratama Suhartono, berhasil meraih beasiswa Monbukagakusho (MEXT) dari Pemerintah Jepang.
Beasiswa MEXT merupakan program yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang. Program ini menjadi salah satu skema beasiswa luar negeri yang cukup dikenal di Indonesia. Gammanda dan Alsam memperoleh beasiswa tersebut melalui jalur University Recommendation (U to U), yakni jalur kerja sama antara universitas asal dan universitas mitra di Jepang.
Sebagai bagian dari rangkaian International Workshop for Educators, sebanyak 50 guru dari SMA mitra Universitas Gadjah Mada (UGM) mengunjungi laboratorium-laboratorium di Fakultas Geografi UGM, Kamis (10/7) untuk melihat secara langsung aktivitas riset dan pembelajaran yang berlangsung di masing-masing laboratorium.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif tiga fakultas dalam Klaster Sains UGM yaitu Fakultas MIPA, Fakultas Biologi, dan Fakultas Geografi yang berkolaborasi menggelar workshop bertajuk “Deep Learning Curriculum for Creating Mindful, Meaningful, and Joyful Learning”.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan (Lab. HKL) di bawah Departemen Geografi Lingkungan, secara resmi menerbitkan Majalah Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan edisi pertama pada Juli 2025 dan akan terbit secara berkala pada edisi-edisi selanjutnya. Inisiatif tersebut merupakan wujud nyata komitmen Lab. HKL dalam menyampaikan informasi ilmiah, hasil riset, serta isu-isu terkini di bidang hidrologi, klimatologi, dan lingkungan hidup kepada masyarakat luas.
Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Guilin University of Technology (GUT), Tiongkok, terus mempererat kemitraan strategis antara kedua institusi khususnya di bidang Ilmu Kebumian. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang telah dilakukan pada awal tahun 2025 lalu.
Sebagai wujud konkret dari kerja sama tersebut, kedua institusi menyelenggarakan kegiatan UGM-GUT Joint Lecture bertajuk “Plate Convergence and Its Resource-Environmental Effects” pada Senin (23/6), di Siti Nurbaya Center, KLMB Lantai 5 Fakultas Geografi UGM dan disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Geografi, Fakultas Geografi (FGe) Universitas Gadjah Mada (UGM), Indah Waty Bong, menerima penghargaan Prix Mahar Schützenberger 2025. Penghargaan ini diberikan oleh Association Franco-Indonésienne pour le Développement des Sciences (AFIDES) kepada empat mahasiswa doktoral Indonesia yang tengah melakukan penelitian di Prancis.
Penelitian yang membawa Indah menerima penghargaan ini tengah dilakukan di GAIA – Université de Montpellier dengan topik riset tentang “Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Konservasi Mandiri di Indonesia”.

