Bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak 25 November hingga awal Desember 2025. Dalam kondisi darurat tersebut, distribusi bantuan kerap menghadapi kendala, mulai dari ketidakmerataan hingga ketidaksesuaian dengan kebutuhan di lapangan akibat minimnya informasi detail. Akibatnya, bantuan menumpuk di satu lokasi sementara wilayah lain justru mengalami kekurangan.
Merespons situasi tersebut, Tim Quick Mapping Bencana Sumatera Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menginisiasi Geoportal Informasi Kebencanaan (GIK) sebagai upaya darurat untuk memastikan penyaluran bantuan berlangsung lebih merata dan tepat sasaran. Geoportal ini diluncurkan dan disebarluaskan kepada publik pada Minggu (7/12).

