Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyelenggarakan Sustainable Development Goals (SDG’s) Seminar Series yang ke #106. Adapun tema yang diusung kali ini adalah “Sustainable Development Goals di Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Hal ini selaras dengan pilar yang diusung dalam SDGs, yakni pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan lingkungan, serta pilar hukum dan tata kelola. Selain itu, Seminar ini merupakan bagian inovasi Laboratorium Kewilayahan dalam hal diseminasi kegiatan Praktikum Pengembangan Masyarakat yang juga menjadi responsi eksternal.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Minat Studi Pembangunan Wilayah, Magister Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan GEO-PW Webinar Series Seri Pembangunan Wilayah IKN #5 dan Focus Group Discussion pada Selasa (3/12) dengan tema “Creative, Innovative, and Smart Sustainable City Concept for the Capital City”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Tahun 2024, dengan tim terdiri atas UGM, UI, ITB, BRIN, Universiti Sains Malaysia (Malaysia) and University of Yangon (Myanmar).
Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. selaku Dekan Fakultas Geografi UGM, dilanjutkan oleh Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T. selaku Host dan Ketua Minat Studi Pembangunan Wilayah, Magister Geografi UGM.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan riset dari International Research Centre on Karst (IRCK) di bawah naungan UNESCO, yang merupakan bagian dari Institute of Karst Geology, Chinese Academy of Geosciences. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (29/11).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama dalam proyek China-ASEAN Demonstration Platform for Research and Development on Sustainable Utilization of Karst Landscape Resources yang diprakarsai oleh Prof. Dr. Eko Haryono, M.Si., dosen Fakultas Geografi UGM.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan seremonial penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dalam penguatan sumber daya air bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang sumber daya air pada Selasa (26/11) di Ruang Siti Nurbaya Corner, Gedung KLMB Lt.5, Fakultas Geografi UGM.
Seremonial penandatanganan perjanjian kerja sama ini dihadiri oleh Kepala BBWS Serayu Opak, Dr. Gatut Bayuadji, S.Si., M.T. beserta jajaran dan Dekan Fakultas Geografi UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko beserta jajaran.
Serangkaian dengan Hibah Alat Total Station dari PT. Freeport Indonesia ke Fakultas Geografi, Laboratorium Kartografi, Fakultas Geografi, Univeritas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pelatihan penggunaan Total Station Robotik Leica Viva TS15 pada Kamis (28/11) di Laboratorium Kartografi. Kegiatan tersebut turut mengundang narasumber alumni Fakultas Geografi, Wahyu Sasongko, S.Si., yang saat ini berprofesi sebagai Underground Mine Surveyor di PT. Freeport Indonesia.
Totok Wahyu Wibowo, S.Si., M.Sc, Dosen Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ) sekaligus pembimbing kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan skill peserta pelatihan terkait cara pengukuran hingga cara pengolahan data pengukuran menggunakan Total Station Robotik.
Setelah mendapatkan materi teori selama beberapa hari, peserta pelatihan Ecosystem-based Approach (EbA) untuk Konservasi Mangrove dan Pemetaan Stok Karbon Permukaan Mangrove melanjutkan kegiatan dengan praktik lapangan pada Kamis (21/11). Kegiatan lapangan yang merupakan bagian dari program mendukung Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 ini dilaksanakan di Kawasan Mangrove Pantai Baros, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, pada hari keempat pelatihan.
Masih sama seperti rangkaian kegiatan sebelumnya, kegiatan lapangan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, Non-Government Organization (NGO), dan akademisi dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam upaya bersama mengatasi perubahan iklim, Fakultas Geografi UGM menginisiasi Expert Meeting dua tahap yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan Non-Governmental Organizations (NGO) untuk membahas strategi mitigasi dan adaptasi pada sektor FOLU. Pada tahap pertama (7/11), melibatkan para pembuat kebijakan yang memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di sektor FOLU. Sedang tahap kedua (22/11) melibatkan sektor swasta dan organisasi non-pemerintah untuk membahas implementasi kebijakan tersebut di lapangan.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar Pelatihan Pemodelan Landscape Dynamic. Kegiatan ini bertujuan mendukung Program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam berkelanjutan yang berlangsung selama empat hari (22-24/11) di Hotel Porta by Ambarukmo, Yogyakarta.
Pelatihan ini juga mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain nomor 4 (pendidikan yang baik), 5 (kesetaraan gender), 11 (kota dan komunitas yang berkelanjutan), 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), 13 (penanganan perubahan iklim), 14 (menjaga ekosistem laut), 15 (menjaga ekosistem darat), dan 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).
Menurut laporan tracer study 2023, 93,83% lulusan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) telah terserap di dunia kerja, dengan 68,5% diantaranya langsung bekerja setelah lulus. Artinya, alumni Fakultas Geografi memiliki daya saing lulusan cukup tinggi, namun tetap diperlukan kesiapan khusus agar tetap relevan di dunia kerja.
Hal ini disampaikan Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., Dekan Fakultas Geografi UGM pada acara Pembekalan Wisudawan Periode I Tahun Ajaran 2024/2025 yang dipadukan dengan Seminar Karier bersama LinkedIn, Senin (17/11) di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM bahwa setidaknya terdapat 3 kunci utama yang harus dipegang oleh mahasiswa setelah lulus.
Rabu (30/10), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan sebanyak 300 siswa dari SMA Negeri 8 Garut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keunggulan fakultas serta prospek karier di bidang geografi. Berdasarkan data Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2023, nilai minimal sekitar 650 dibutuhkan untuk masuk ke fakultas ini. Setiap tahunnya, Fakultas Geografi UGM menerima sekitar 120 mahasiswa melalui jalur SNBT dan Ujian Mandiri.
Dalam acara kunjungan tersebut, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., menjelaskan bahwa Fakultas Geografi menempati peringkat pertama di Indonesia, keempat di ASEAN, dan ke-20 di Asia.

