Laboratorium Kewilayahan Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, melalui tim Praktikum Pengembangan Masyarakat Tahun 2025 (dosen pengampu Surani Hasanati, S.Si. M.Sc. bersama satu Asisten Departemen Dyah Pradjnya Paramitha, S.Si dan lima asisten praktikum Freya A. M. J. Putri, Anisa A. Fatmawati, S.Si., Fathoni Fathurrohman, Jesica E. D. Simangunsong, Intan J. C. Dewi, S.Si., serta 69 praktikan peserta mahasiswa), telah menyelenggarakan kegiatan akademik dengan praktik kepada masyarakat untuk membumikan Ilmu Geografi dan Pembangunan Wilayah pada sekolah jenjang pertama di Kota Yogyakarta.
SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Sebagai tindak lanjut dari Workshop Pengelolaan Sampah, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan kunjungan dan studi tiru ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM pada Jumat (3/10). Kegiatan ini bertujuan mengadopsi praktik pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan Fakultas Geografi.
Di Rumah Inovasi Daur Ulang (RinDU) PIAT, sebanyak 15 peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai tiga metode pengelolaan sampah organik: budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengomposan, dan pembuatan eco enzyme.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar workshop pengelolaan sampah pada Kamis (02/10) di Ruang Siti Nurbaya Center (SNC), Fakultas Geografi UGM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian UGM Sustainability Campus Action (SCA) 2025 yang dilaksanakan di tingkat fakultas.
Workshop yang diikuti oleh seluruh tenaga kebersihan dan pengelola kantin Fakultas Geografi UGM ini ditujukan untuk memberikan wawasan dan keterampilan dalam menerapkan praktik pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan kampus.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) WP 2.1 & 2.2 yang berjudul “Penyamaan Persepsi Hasil Kajian Landscape Dynamic dan Geoportal Tahap 2” yang berlanjut dengan “Sinkronisasi Hasil Kajian EbA di DAS Brantas”. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Porta by Ambarukmo Yogyakarta pada Rabu-Kamis, 16-17 Juli 2025 bertujuan untuk mengidentifikasi theoretical gap kebijakan perubahan iklim berbasis FOLU Net Sink 2030 dengan praktik baik berbasis ekosistem di level tapak sebagai input di Sistem Geoportal. Sementara itu, kegiatan FGD 3 bertujuan untuk memetakan kesesuaian dan efektivitas matriks indikator bagi calon pengguna. FGD ini dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta dari IP UGM dan berbagai unit pelaksana FOLU Net Sink tahun 2025.
Dalam rangka mendukung pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, Fakultas Geografi (FGe) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan workshop pada Senin (7/7) di Hotel Khas Tugu, Yogyakarta. Workshop yang merupakan bagian dari Work Package (WP) 2.4 ini mengusung tema “Penyamaan Persepsi Indikator Ecosystem-based Approach (EbA) dari Hasil Analisis Pemetaan EbA”.
Workshop tersebut merupakan forum koordinasi multipihak yang melibatkan berbagai lembaga dari tingkat nasional untuk mengidentifikasi ulang dan mengevaluasi daftar praktik baik EbA, mengidentifikasi kesenjangan teoritis antara praktik baik kegiatan EbA di berbagai daerah dengan kebijakan perubahan iklim nasional maupun internasional, dan menyelaraskan pemahaman serta menyusun indikator penilaian praktik EbA yang sesuai dengan prinsip-prinsip mitigasi perubahan iklim.
Pulau-pulau kecil dengan kepadatan penduduk yang tinggi sering kali menghadapi masalah lingkungan yang cukup serius, salah satunya adalah pencemaran air akibat limbah domestik. Ditambah lagi jika wilayah tersebut tidak memiliki pengelolaan air limbah yang memadai, pencemaran dari sumber domestik dapat mempengaruhi kesehatan ekosistem laut.
Fenomena inilah yang menjadi latar belakang Dr. Rika Harini, S.Si., MP., dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim untuk memilih Pulau Bungin, salah satu pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi yang terletak di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebagai fokus studi pada penelitian ini.
Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyelenggarakan Sustainable Development Goals (SDG’s) Seminar Series yang ke #106. Adapun tema yang diusung kali ini adalah “Sustainable Development Goals di Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Hal ini selaras dengan pilar yang diusung dalam SDGs, yakni pilar pembangunan sosial, pilar pembangunan lingkungan, serta pilar hukum dan tata kelola. Selain itu, Seminar ini merupakan bagian inovasi Laboratorium Kewilayahan dalam hal diseminasi kegiatan Praktikum Pengembangan Masyarakat yang juga menjadi responsi eksternal.
Kerusakan lahan merupakan masalah serius yang mengancam keberlangsungan hidup manusia, dan pendidikan menjadi kunci dalam mengatasinya. Dalam upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), mengadakan SDGs Seminar Series #105 bertajuk “Implementasi Edukasi Pengendalian Kerusakan Lahan pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama,” pada Selasa (29/10).
Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi UGM, dalam sambutannya menegaskan bahwa kerusakan lahan tidak hanya memengaruhi produktivitas lahan tetapi juga ekosistem serta kualitas hidup. “Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan atau environmental literacy. Menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini kita membutuhkan keterlibatan mereka,” ujarnya.
Kelompok Studi Gender dan Pembangunan, Departemen Geografi Pembangunan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (DGP FGE UGM) kembali melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP N 5 Yogyakarta yang saat ini menginjak tahun ke-2 (dua) sebagai upaya lanjutan integrasi Education for Sustainable Development (ESD) dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini dikoordinir oleh Surani Hasanati S.Si., M.Sc. Dosen Prodi Pembangunan Wilayah sekaligus Periset Kelompok Studi Gender dan Pembangun. Asisten mahasiswa yang terlibat berasal dari Prodi yang sama yaitu Cherlys, Aisyah Ghulam Alwutsqo, dan Lintang Avril Az Zahra.
Jumat, 13 September 2024 – Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Kemantren Umbulharjo, Yogyakarta, melakukan koordinasi inisiasi kolaborasi pengelolaan sampah sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) Doktoral Ilmu Geografi (DIG) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada yang diketuai oleh Ketua Prodi DIG Ibu Dr. Margaretha Widyastuti, S.Si., M.T. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat, 13 September 204 di Kemantren Umbulharjo dan dihadiri oleh beberapa tokoh penting dari pemerintah lokal. Diantaranya, Pejabat Mantri Umbulharjo Bapak Rajwan Taufiq, S.IP. M.Si, Lurah Warungboto Bapak Weda Satriya N., S.E., S.S., M.Ec., M.E. , dan Lurah Giwangan Ibu Dyah Murniwarini, A.Md. Adapun tim dari Fakultas Geografi yang berkegiatan selain Ibu Ketua Prodi DIG adalah Mohammad Isnaini Sadali, S.Si., M.Sc. Surani Hasanati, S.Si., M.Sc., , Muhammad Arif Fahrudin Alfana, S.Si., M.Sc., dan Seri Ariyati, S.Pd., M.Sc. Selain itu juga terlibat alumni Prodi Pembangunan Wilayah selaku asisten kegiatan yakni Salmaa Hersiana Putri, S.Si.
Kegiatan PkM ini merupakan kegiatan inisiasi pendampingan pengelolaan sampah antara Kalurahan Tridadi, Kabupaten Sleman dengan Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Yogyakarta. Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin terbatasnya lahan untuk tempat pembuangan sampah di Tridadi, pengelolaan sampah menjadi tantangan yang semakin kompleks. Merespon hal tersebut, DIG Fakultas Geografi UGM menggandeng Kemantren Umbulharjo, khususnya Kalurahan Giwangan yang dikenal sebagai kalurahan yang menerapkan praktik baik pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta yang kemudian dipilih sebagai lokasi praktik pembelajaran Kalurahan Tridadi.
Lurah Giwangan, menyampaikan bahwa wilayahnya telah sukses menerapkan beberapa program pengelolaan sampah yang inovatif. Salah satu inovasi penting adalah budidaya magot untuk mengolah sampah organik, yang telah berhasil mengurangi volume sampah di tingkat rumah tangga. Selain itu, Giwangan juga telah menerapkan sistem penanaman biopori, yang membantu dalam mengatasi sampah organik sisa makanan.“Giwangan memiliki 14 bank sampah aktif, yang berfungsi sebagai solusi untuk pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga. Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengurangi tumpukan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara),” ujar Ibu Dyah Murniwarini. Tidak hanya itu, Giwangan juga menjadi satu-satunya wilayah di Yogyakarta yang memiliki TPS 3R (Reuse, Recycle, Reduce) dan dilengkapi dengan mesin RDF (Refuse Derived Fuel), sebuah teknologi canggih yang berfungsi untuk mencacah sampah sehingga sangat welcome apabila dijadikan praktik baik baik daerah lain khususnya pendampingan dari Geografi.
Kegiatan PkM ini dilakukan sebagai bagian kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi mendukung upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang berkelanjutan) dan tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat diterapkan di wilayah lain, serta mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

