Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Leiden-Delft-Erasmus Universities (LDE) Centre in Indonesia pada Senin (2/11/26) di Ruang A201, Fakultas Geografi UGM.
LDE Centre sendiri merupakan pusat yang menjembatani kolaborasi akademik antara perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia dengan jaringan universitas Leiden, Delft, dan Erasmus di Belanda. Lembaga ini juga menjadi sumber informasi bagi mahasiswa Indonesia yang berminat untuk melanjutkan studi di Belanda.
Dekan Fakultas Geografi UGM, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, M.T., M.Sc., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap penjajakan kerja sama ini dapat membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya akademik baru, khususnya dalam bidang riset.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah peluang kerja sama pendidikan yang dapat dikembangkan dan diterapkan. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah mengenai tindak lanjut rencana penyelenggaraan program joint doctoral program.
Selain itu, keduanya juga melakukan diskusi topik studi migrasi. Hal ini mengingat bahwa topik tersebut memiliki peluang kolaborasi yang besar. Terlebih, dengan adanya pusat studi migrasi di Erasmus University. “Disini kami berperan sebagai penghubung untuk menjembatani Fakultas Geografi UGM dengan jejaring akademik tersebut untuk menjajaki kerja sama pendidikan maupun riset khususnya di bidang migrasi,” ujar Zweta Manggarani, Wakil Direktur LDE.
Sebelumnya, Fakultas Geografi UGM telah terlibat dalam sejumlah proyek kolaborasi Indonesia-Belanda, antara lain melalui skema Smart City dan Indonesian-Netherlands Universities Consortium for Sustainable Futures (INUCoST). Oleh karena itu, Dekan Fakultas Geografi UGM berharap penjajakan bersama LDE Centre dapat ditindaklanjuti secara konkret hingga menghasilkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dapat menjadi landasan pelaksanaan berbagai program kolaborasi.


