Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi (HMSaIG) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menggelar GeoGIS Challenge 2026. Serangkaian ajang kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) bergengsi ini telah dimulai sejak bulan Agustus 2026 hingga pelaksanaan presentasi final pada Sabtu (19/9/26) .
Acara yang mengangkat tema “ Spatial Science for a Resilient and Equitable World” tersebut, turut melibatkan sebanyak 40 tim dari berbagai universitas dan sekolah tinggi di Indonesia.
Hartantri, Ketua Pelaksana GeoGIS 2026, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi, melainkan juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan dan perkembangan teknologi, khususnya terkait penerapannya di bidang Geografi.
“Saya bersyukur dan bangga karena seluruh rangkaian GeoGIS Challenge 2026 dapat terlaksana dengan baik, dimana kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap berbagai permasalahan keruangan dan lingkungan,” ujarnya
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa rangkaian penjurian yang dilalui, yaitu tahap penjurian abstrak, penjurian LKTI, dan penjurian presentasi hasil akhir. Semua kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kompetitif dan inklusif.
Penghargaan kejuaraan diberikan kepada tim terbaik dalam berbagai kategori, sebagai berikut;
- Juara 1 Penulisan dan Presentasi LKTI
Tim Lapak Ilmu dari Sekolah Tinggi Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika STMKG dengan judul karya “SIGAP-Mw: ESTIMASI MAGNITUDO MOMEN BERBASIS LIGHTGBM PADA TIME WINDOW 3-4 DETIK UNTUK MITIGASI RISIKO GEMPA DI BANTEN DAN JAWA BARAT”
- Juara 2 Penulisan dan Presentasi LKTI
Tim Doa Ibu dari Universitas Gadjah Mada UGM dengan judul karya “PEMETAAN RISIKO KEKERINGAN DAN KALENDER TANAM ADAPTIF BERBASIS DATA METEOROLOGI DAN CITRA SATELIT SUNDORO-SUMBING”
- Juara 3 Penulisan dan Presentasi LKTI
Tim Invicta Nawasena dari Universitas Pendidikan Indonesia UPI dengan judul karya “DINAMIKA SPASIOTEMPORAL DAN PROFIL KLINIS-EPIDEMIOL OGIS KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ADIARSA DAN PLAWAD, KECAMATAN KARAWANG TIMUR TAHUN 2025 “
- Best Presentation
Tim Lapak Ilmu dari Sekolah Tinggi Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika STMKG dengan judul karya “SIGAP-Mw: ESTIMASI MAGNITUDO MOMEN BERBASIS LIGHTGBM PADA TIME WINDOW 3-4 DETIK UNTUK MITIGASI RISIKO GEMPA DI BANTEN DAN JAWA BARAT”
- Best Poster
Tim Spiderman dari Institut Teknologi Bandung ITB dengan judul karya ”PEMODELAN KESESUAIAN HABITAT Panthera tigris sumatrae BERBASIS ANALISIS MULTIKRITERIA (HSI, FRAGMENTASI LANSKAP, DAN NDVI) RUANG SEBAGAI AMAN SATWA”
Penjurian final yang dilaksanakan di Fakultas Geografi UGM pada Sabtu (19/9/26) ini menghadirkan dewan juri penilai di antaranya adalah Dr. Iswari Nur Hidayati, S.Si., M.Sc., Dr. Ari Cahyono, S.Si., M.Sc., dan Dr. Sc. Sanjiwana Arjasakusuma, S.Si., M.GIS. Ketiganya merupakan dosen Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh Fakultas Geografi UGM dengan bidang keahlian Remote Sensing, Cartography, dan GIS.
Hartantri berharap, nantinya para peserta GeoGIS 2026 dapat membawa dampak positif dan menjadi pelopor perubahan di lingkungannya. “Selain itu, saya juga berharap kepada teman-teman untuk selalu semangat dalam berkolaborasi dan kepedulian terhadap isu-isu geospasial dapat terus berkembang setelah kompetisi ini berakhir”, tambahnya.

