• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Geografi
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Sambutan Dekan
    • Manajemen
      • Pimpinan Fakultas
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
    • Civitas Akademika
      • Dosen
      • Staf Kependidikan
  • Pendidikan
    • Program Sarjana
      • Geografi Lingkungan
      • Kartografi dan Penginderaan Jauh
      • Pembangunan Wilayah
      • International Undergraduate Program
    • Program Pascasarjana
      • Program Studi Magister Geografi
      • Program Studi Magister Geografi Minat Pembangunan Wilayah
      • Program Studi Magister Geografi Minat MPPDAS
      • Program Studi Magister Penginderaan Jauh
      • Program Studi Doktor Geografi
    • Admisi
      • Program Sarjana
      • Program Pascasarjana
      • Program Fast Track S1 – S2
      • MATRIKULASI D4 ke S1
    • Akreditasi
  • Akademik & Kemahasiswaan
    • Peraturan Akademik
      • Panduan Akademik
      • Kode Etik Mahasiswa Geografi
      • Tata perilaku Mahasiswa UGM
    • Layanan Kemahasiswaan
    • Layanan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Seputar Magang
    • Beasiswa
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Ikatan Profesi Dan Lembaga-Lembaga Lain
  • P2M
    • Penelitian & Pengabdian Masyarakat
    • Tracer Study
  • Kerja sama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
    • Alumni
  • Fasilitas
    • Akademik
    • Student Wellbeing
    • Peminjaman Ruang
    • Ruang Kebugaran
  • Beranda
  • Rilis
  • Geografi UGM Hadirkan Peneliti Stellarvision Korea Selatan, Bahas Pemanfaatan SAR untuk Bencana

Geografi UGM Hadirkan Peneliti Stellarvision Korea Selatan, Bahas Pemanfaatan SAR untuk Bencana

  • Rilis
  • 13 Juli 2026, 09.44
  • Oleh: nailasalma
  • 0

Laboratorium Penginderaan Jauh, Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan menghadirkan peneliti dari industri penyedia data satelit, Stellarvision, Korea Selatan, Junse Oh, M.S., pada Jumat (10/7/26) di  Gedung KLMB E107, Fakultas Geografi UGM. 

Dalam kuliah umum bertajuk “Understanding Disasters Through SAR Satellite Imagery”, Junse Oh yang merupakan spesialis SAR Remote Sensing, Deep Learning, and Satellite-Based Landslide Detection memaparkan pemanfaatan Synthetic Aperture Radar (SAR) Satellite Imagery untuk memahami dan memantau berbagai bencana alam.

Peserta diperkenalkan dengan teknologi penginderaan jauh terkini, penerapan deep learning, serta deteksi longsor berbasis citra satelit dari praktisi internasional.

Junse Oh menjelaskan bahwa Synthetic Aperture Radar (SAR) memiliki sejumlah keunggulan dalam pemantauan bencana. Salah satunya, SAR mampu beroperasi pada segala kondisi cuaca (all-weather). “Gelombang mikro yang digunakan dapat menembus awan, asap, dan hujan, sehingga tetap dapat memperoleh data ketika sensor optik mengalami keterbatasan saat bencana terjadi,” terangnya.

Selain itu, SAR juga dapat digunakan siang maupun malam (day and night). Sebagai sensor aktif, Junse Oh menambahkan, bahwa SAR tidak memerlukan cahaya matahari sehingga mampu merekam kondisi awal waktu setelah suatu kejadian.

Ia juga menjelaskan bahwa melalui mekanisme hamburan (scattering mechanism), citra PolSAR dapat menunjukkan perubahan yang terjadi pada suatu wilayah. Sementara itu, teknik Interferometric SAR (InSAR) memungkinkan pengukuran deformasi atau pergerakan permukaan tanah yang tidak dapat diamati oleh sensor optik.

Potensi Pengembangan SAR
Junse Oh menyampaikan bahwa saat ini merupakan golden age for SAR remote sensing. Hal ini ditunjukkan dengan seiring hadirnya berbagai satelit SAR generasi baru seperti ALOS-4, BIOMASS, NISAR, dan Kompsat-6.

Ia menekankan bahwa pengembangan teknologi SAR tidak hanya terletak pada penambahan jumlah saluran (band), tetapi juga pada pemanfaatan deep learning. Menurutnya, deep learning tidak hanya berfungsi sebagai alat pengolahan citra untuk klasifikasi, tetapi memiliki potensi yang lebih luas.

“Melalui perkembangan teknik SAR dan deep learning tersebut, data SAR memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam automated disaster monitoring atau pemantauan bencana secara otomatis,” pungkasnya.

Tags: SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Rilis Berita

  • Geografi UGM Dampingi Identifikasi Potensi Kawasan Transmigrasi di Bolaang Mongondow Utara
  • Geografi UGM Hadirkan Peneliti Stellarvision Korea Selatan, Bahas Pemanfaatan SAR untuk Bencana
  • Dukung Pemerataan Pembangunan, Tim Geografi UGM Kaji Ketimpangan Wilayah di Kutai Barat

Link Pendaftaran

Link Fakultas Geografi

Universitas Gadjah Mada

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Phone +62-274-6492340| 589595
Email: geografi@ugm.ac.id
Instagram : @geografiugm

Tentang

  • Sejarah
  • Visi Misi Tujuan
  • Pimpinan Fakultas
  • Senat Fakultas
  • Daftar Dosen Pengajar

Departemen

  • Geografi Lingkungan
  • Sains Informasi Geografi
  • Geografi Pembangunan
  • Pengelola Departemen
  • Pengelola Program Studi

Kemahasiswaan

  • Organisasi Kemahasiswaan
  • Layanan Kemahasiswaan
  • Seputar Magang

Layanan Terpadu

  • Heregistrasi
  • Surat Kemahasiswaan
  • Virtual Office Akademik

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
Flag Counter

© 2018 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada | IG: geografiugm

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju