Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama (first aid) pada Sabtu (20/6/2026) di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM.
Pelatihan yang diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2025 tersebut menjadi bagian dari inisiasi fakultas dalam rangka mencegah risiko sebelum pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Sebelumnya, Fakultas Geografi UGM juga telah melaksanakan pelatihan serupa bagi mahasiswa angkatan 2024 peserta KKL 2.
Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa pembekalan pertolongan pertama merupakan salah satu bentuk fasilitas yang diberikan fakultas untuk mendukung keselamatan mahasiswa selama berada di lapangan.
“Peserta KKL perlu mengetahui cara penanganan kondisi darurat. Saat melakukan kegiatan lapangan, mahasiswa harus mengutamakan safety first dan mampu mengukur risiko yang ada. Ini salah satu yang akan kita bekali untuk meningkatkan kemampuan survival mahasiswa,” ujar Prof. Kamal.
Pelatihan ini turut menghadirkan tiga narasumber dari Departemen Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, yaitu Sutono, S.Kep., M.Kep., MSc., Bayu Fandhi Achmad, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D., serta Hersinta Retno Martani, S.Kep., Ns., M.Kep.
Para peserta dibekali dengan materi mengenai Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Bantuan Hidup Dasar (BHD), penanganan kondisi darurat medis, hingga penanganan luka, patah tulang, dan pendarahan.
Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung berupa simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD), balut bidai, serta teknik transportasi korban yang dipandu oleh para instruktur dari FK-KMK UGM.
Sebagai fakultas di UGM yang pertama kali menginisiasi kegiatan tersebut, Fakultas Geografi UGM berharap pelatihan ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi darurat serta meminimalkan risiko kecelakaan selama kegiatan KKL berlangsung.



