• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Geografi
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Sambutan Dekan
    • Manajemen
      • Pimpinan Fakultas
      • Senat Fakultas
      • Pengelola Departemen
      • Pengelola Program Studi
    • Civitas Akademika
      • Dosen
      • Staf Kependidikan
  • Pendidikan
    • Program Sarjana
      • Geografi Lingkungan
      • Kartografi dan Penginderaan Jauh
      • Pembangunan Wilayah
      • International Undergraduate Program
    • Program Pascasarjana
      • Program Studi Magister Geografi
      • Program Studi Magister Geografi Minat Pembangunan Wilayah
      • Program Studi Magister Geografi Minat MPPDAS
      • Program Studi Magister Penginderaan Jauh
      • Program Studi Doktor Geografi
    • Admisi
      • Program Sarjana
      • Program Pascasarjana
      • Program Fast Track S1 – S2
      • MATRIKULASI D4 ke S1
    • Akreditasi
  • Akademik & Kemahasiswaan
    • Peraturan Akademik
      • Panduan Akademik
      • Kode Etik Mahasiswa Geografi
      • Tata perilaku Mahasiswa UGM
    • Layanan Kemahasiswaan
    • Layanan Akademik
    • Kalender Akademik
    • Seputar Magang
    • Beasiswa
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Ikatan Profesi Dan Lembaga-Lembaga Lain
  • P2M
    • Penelitian & Pengabdian Masyarakat
    • Tracer Study
  • Kerja sama
    • Dalam Negeri
    • Luar Negeri
    • Alumni
  • Fasilitas
    • Akademik
    • Student Wellbeing
    • Peminjaman Ruang
    • Ruang Kebugaran
  • Beranda
  • Rilis
  • Pakar Geografi UGM : Dampak Perubahan Iklim Picu Cuaca Ekstrem di Awal Tahun 2026

Pakar Geografi UGM : Dampak Perubahan Iklim Picu Cuaca Ekstrem di Awal Tahun 2026

  • Rilis
  • 22 Januari 2026, 14.06
  • Oleh: nailasalma
  • 0

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa pada akhir 2025 hingga memasuki 2026, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak perubahan iklim global yang semakin nyata dan memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem.

Pakar Hidrometeorologi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir muncul siklon tropis yang sangat berpengaruh terhadap cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat, baik di wilayah utara maupun selatan Indonesia.

Menurut Emilya, pembentukan siklon yang semakin intens pada 2025 menjadi salah satu indikator kuat bahwa perubahan iklim terus berlangsung. Pemanasan suhu permukaan laut yang tinggi memicu terbentuknya pusat tekanan rendah yang kemudian berkembang menjadi siklon tropis.

Pasalnya, secara geografis siklon tropis umumnya tidak terbentuk di wilayah Indonesia yang berada pada lintang 5°–11° Lintang Selatan dan 5° Lintang Utara–5° Lintang Selatan. “Dahulu tidak ada siklon yang terbentuk dekat dengan wilayah kita. Ini menjadi penanda bahwa suhu muka laut mulai meningkat. Semakin tinggi suhu tersebut, maka proses terbentuknya bibit siklon akan semakin sering. Jika bibit siklon terjadi di perairan Indonesia, dampaknya akan langsung kita rasakan,” jelasnya.

Selain siklon tropis, Emilya menambahkan, pada Januari atau Februari juga akan muncul fenomena lain yang berpotensi meningkatkan curah hujan, yakni Intertropical Convergence Zone (ITCZ). Fenomena ini merupakan pertemuan dua massa udara dari belahan bumi utara dan selatan yang bertemu di atas wilayah Indonesia.

Pertemuan tersebut, lanjutnya, memicu pembentukan awan konvergen yang dapat menimbulkan hujan dengan cakupan wilayah terdampak yang lebih luas.

“Fenomena ini tidak hanya terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tetapi juga di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. Dampaknya adalah intensitas hujan yang cukup tinggi,” ujar Emilya dalam Dialog Tanggap Bencana RRI TV.

Karakteristik yang Berbeda pada Siklon Tropis 

Sumber foto : Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta – BMKG

Dampak siklon tropis, kata Emilya, berbeda-beda di setiap wilayah. Siklon dapat memicu hujan lebat, namun besarnya dampak sangat bergantung pada jarak wilayah dengan pusat siklon. Selain hujan, siklon juga berpengaruh terhadap kecepatan angin serta tinggi gelombang laut.

Ia mencontohkan Siklon Cempaka yang pernah memberikan dampak signifikan di DIY karena jaraknya sangat dekat. Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, siklon yang berdampak besar adalah Siklon Seroja.

“Di mana pun bibit siklon itu terbentuk, Indonesia tetap perlu waspada. Khususnya bagi wilayah Jawa, kewaspadaan perlu ditingkatkan jika bibit siklon muncul di sekitar perairan Samudra Hindia,” tambahnya.

Emilya menegaskan bahwa perubahan iklim yang semakin nyata, ditandai dengan pembentukan siklon yang kian intens dan semakin dekat dengan wilayah Indonesia, menuntut langkah penanganan yang lebih komprehensif. “Dalam menghadapi fenomena tersebut,  tidak hanya mitigasi akan tetapi perlu beradaptasi dengan kondisi bencana,” pungkasnya.

Tags: SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 14: Ekosistem Lautan

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Rilis Berita

  • Pakar Geografi UGM : Dampak Perubahan Iklim Picu Cuaca Ekstrem di Awal Tahun 2026
  • OLGENAS ke-21 Dorong Literasi Kebencanaan Pelajar
  • Kuliah Lapangan, Mahasiswa Kaji Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan di Tulungagung

Link Pendaftaran

Link Fakultas Geografi

Universitas Gadjah Mada

Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
Sekip Utara, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
Phone +62-274-6492340| 589595
Email: geografi@ugm.ac.id
Instagram : @geografiugm

Tentang

  • Sejarah
  • Visi Misi Tujuan
  • Pimpinan Fakultas
  • Senat Fakultas
  • Daftar Dosen Pengajar

Departemen

  • Geografi Lingkungan
  • Sains Informasi Geografi
  • Geografi Pembangunan
  • Pengelola Departemen
  • Pengelola Program Studi

Kemahasiswaan

  • Organisasi Kemahasiswaan
  • Layanan Kemahasiswaan
  • Seputar Magang

Layanan Terpadu

  • Heregistrasi
  • Surat Kemahasiswaan
  • Virtual Office Akademik

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
Flag Counter

© 2018 Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada | IG: geografiugm

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju