PT Amman Mineral Nusa Tenggara menggandeng Laboratorium Hidrologi dan Klimatologi Lingkungan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada untuk memberikan pelatihan hidrologi bagi sektor pertambangan di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (10/02/26) hingga Rabu (12/02/26).
Pelatihan Dasar Hidrologi dan Meteorologi yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan tim instruktur dari Fakultas Geografi UGM yakni Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc.Tech. dan Dr. Ahmad Cahyadi, M.Sc.
Dr. Tjahyo menjelaskan, dalam kegiatan pertambangan aspek hidrologi berkaitan erat dengan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari desain tambang, pemodelan bahaya, analisis risiko dan mitigasi bencana, hingga perencanaan lingkungan berkelanjutan serta penyediaan kebutuhan air untuk operasional tambang. Seluruh aspek tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam materi pelatihan yang diikuti sebanyak 11 peserta.
Pada hari pertama, peserta difokuskan pada materi dasar hidrologi dan meteorologi dasar yang mencakup definisi, siklus hidrologi, air meteorologis, serta air permukaan. Memasuki hari kedua, materi berlanjut pada sistem sungai, termasuk praktik penentuan batas Daerah Aliran Sungai (DAS), penentuan stasiun pantau seperti stasiun hujan dan Stasiun Pengamat Arus Sungai (SPAS), serta analisis hidrologi melalui pengenalan hidrograf dan praktik analisis data hujan.
Sedangkan pada hari ketiga pelatihan, pokok bahasan berlanjut pada materi hidrometri. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan dengan metode pengukuran debit, praktik pembuatan Grafik Lengkung Aliran (Rating-Curved), dan perhitungan sederhana neraca air. Di akhir rangkaian pelatihan, peserta mengikuti ujian sebagai bentuk evaluasi komprehensif terhadap seluruh materi yang telah disampaikan oleh tim instruktur.



