Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam mendukung program perhutanan sosial di wilayah kerja Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Senin (09/02/26) sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Unit Kerja Sama Dalam Negeri Fakultas Geografi UGM, Dr. Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen Fakultas Geografi UGM untuk mendukung berbagai program yang dicanangkan Balai Perhutanan Sosial, khususnya yang berkesinambungan dengan bidang keilmuan geografi.
Sementara itu, Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, Wahyudi Ardhyanto, S.Si., S.T., M.T., berharap kerja sama yang telah disepakati dapat segera ditindaklanjuti melalui penyusunan program konkret sesuai ruang lingkup yang telah disepakati kedua belah pihak.
Lebih lanjut, Wahyudi menambahkan bahwa ruang lingkup kerja sama antara pihaknya dengan Fakultas Geografi UGM mencakup fasilitasi dukungan kegiatan bidang perhutanan sosial, antara lain verifikasi teknis, pemetaan konflik tenurial, inventarisasi kearifan lokal, pengembangan basis data dan informasi digital, serta pendampingan masyarakat.
“Mengingat wilayah kerja Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta yang meliputi Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Tengah, ini memiliki tugas untuk memastikan pengelolaan dilakukan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sehingga proses pemetaan wilayah menjadi bagian penting sebelum pengusulan kawasan hutan sosial,” ujarnya.
Selain itu, kerja sama juga meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola perhutanan sosial, pelaksanaan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, hingga dukungan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, pengabdian masyarakat, magang, praktik kerja, serta studi atau proyek independen di bidang perhutanan sosial.
“Secara keseluruhan, kerja sama ini tujuannya satu, yaitu pemberdayaan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami juga terbuka apabila diminta berkontribusi melalui kuliah umum atau kegiatan akademik lainnya,” pungkasnya.

