Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan OLGENAS International Geolympiad 2026, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan GeoTalk pada Rabu (21/01/26) di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi UGM.
Pada tahun ini, GeoTalk mengangkat tema “Exploring Potential on the Ring of Fire: A Geological Diversity-Based Approach to Tourism and Natural Heritage Management.” Tema tersebut membahas potensi geodiversity di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yang dikenal sebagai wilayah dengan aktivitas geologi tinggi sekaligus memiliki kekayaan bentang alam dan warisan geologi yang bernilai tinggi.
Ketua OLGENAS, Yoga Fiqri Sulthani, menyampaikan diskusi Geotalk dirancang secara sistematis untuk mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif peserta dalam merespons berbagai tantangan kebumian dan lingkungan.
Dalam hal ini, peserta kemudian diajak untuk memahami bagaimana potensi geologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam pengembangan pariwisata dan pengelolaan warisan alam, tanpa mengesampingkan aspek konservasi lingkungan dan mitigasi risiko bencana.
“Dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan aspek geografi fisik, sosial, dan lingkungan, peserta diharapkan mampu memahami konsep hidup berdampingan dengan potensi bahaya alam (living with hazard) serta mengoptimalkan potensi geodiversity secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.
GeoTalk menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi internasional maupun nasional yang kompeten di bidang kebumian, geowisata, serta pengelolaan warisan alam. Para narasumber tersebut antara lain Shibata Shohel, Ph.D., Academic Assembly Institute of Science and Technology CHIKYU SEIBUTSU KAGAKU KEIRETU Assistant Professor, Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos., M.Si., Peneliti Pusat Studi Pariwisata, UGM., dan Dr. Egy Erzagian, S.T., M.Eng., Dosen Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman.
Para narasumber memberikan perspektif ilmiah sekaligus praktis mengenai strategi pemanfaatan potensi geologi sebagai aset pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Melalui diskusi ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara geodiversity, kebencanaan, dan pengembangan wilayah berbasis konservasi, sekaligus mampu melihat tantangan dan peluang yang muncul dalam pengelolaan kawasan rawan bencana.

