Laboratorium Kewilayahan Departemen Geografi Pembangunan, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, melalui tim Praktikum Pengembangan Masyarakat Tahun 2025 (dosen pengampu Surani Hasanati, S.Si. M.Sc. bersama satu Asisten Departemen Dyah Pradjnya Paramitha, S.Si dan lima asisten praktikum Freya A. M. J. Putri, Anisa A. Fatmawati, S.Si., Fathoni Fathurrohman, Jesica E. D. Simangunsong, Intan J. C. Dewi, S.Si., serta 69 praktikan peserta mahasiswa), telah menyelenggarakan kegiatan akademik dengan praktik kepada masyarakat untuk membumikan Ilmu Geografi dan Pembangunan Wilayah pada sekolah jenjang pertama di Kota Yogyakarta.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 140 wisudawan Program Sarjana pada Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Pada periode ini, lulusan perempuan kembali mendominasi dengan jumlah 100 orang, sementara lulusan laki-laki sebanyak 40 orang.
Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi UGM, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., saat membacakan data wisudawan pada Rabu (26/11/2025), menyampaikan bahwa tiga lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi seluruhnya diraih oleh mahasiswa perempuan. Dua berasal dari Program Studi Geografi Lingkungan dan satu dari Program Studi Pembangunan Wilayah.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan 72 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta program imersi, program International Undergraduate Program (IUP), peningkatan kompetensi guru, maupun exposure tentang program studi di Fakultas Geografi.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kontribusi pendidikan geografi khususnya dalam merespons isu-isu global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D., dalam Workshop for Educators pada Kamis (20/11/2025) di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi UGM.
Dosen sekaligus Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Rini Rachmawati, berpartisipasi dalam Southeast Asian Regional Studies Exchange Program (SEASREP) yang digelar pada Kamis (13/11) hingga Jumat (14/11). Kegiatan yang berlangsung di Institute of East Asian Studies, Thammasat University, Rangsit Campus, Thailand, tersebut merupakan bagian dari rangkaian “The 30th SEASREP Anniversary”.
Dalam forum akademik internasional ini, Prof. Rini mempresentasikan makalah berjudul “Smart City in Global Perspective: Overview of Smart City Concept and Implementation in ASEAN Countries.” Selain menjadi pemakalah, ia juga bertindak sebagai moderator pada panel diskusi bertemakan “Urban Transformation in Southeast Asia.”
Dalam mendukung visi Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai world class university yang aktif membangun kerja sama global, Fakultas Geografi UGM menjajaki kerja sama program double degree dan magang internasional melalui kunjungan resmi ke dua perguruan tinggi di Taiwan, yakni National Changhua University of Education (NCUE) dan Da-Yeh University (DYU), pada Minggu (2/11) hingga Jumat (7/11).
Pada pertemuan dengan National Changhua University of Education (NCUE), Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, menjelaskan bahwa inisiasi program bersama NCUE membuka peluang kolaborasi lintas fakultas di klaster sains UGM, yang mencakup Fakultas Geografi, Fakultas MIPA, dan Fakultas Biologi. Salah satu rencana yang dibahas yakni rencana pengembangan program lintas jenjang.
Dalam upaya memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan resmi ke National Taiwan Normal University (NTNU) dan National Taiwan University (NTU) pada Minggu (2/11) hingga Jumat (7/11). Kunjungan tersebut sekaligus menindaklanjuti implementasi program beasiswa dan pertukaran pelajar, baik melalui skema pendanaan pemerintah Taiwan maupun mitra industri di negara tersebut hingga program riset kolaboratif.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya, baik pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Saat ini, berdasarkan QS World University Ranking by Subject bidang Geografi, Fakultas Geografi UGM tengah menempati peringkat pertama di Indonesia, kelima di ASEAN, ke-27 di Asia, dan ke-111 di tingkat global.
Sebagai upaya memperkuat mutu pendidikan sekaligus memperluas international exposure tersebut, Fakultas Geografi UGM mengoptimalkan kerja sama internasional dengan menginisiasi kegiatan akademik berskala internasional salah satunya melalui pengembangan program Double Degree.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan pakar dari Chiba University, Jepang, Prof. Dr. Hiroshi Asanuma, dalam kuliah umum yang bertajuk “Disaster Mitigation Based on Smart Structures/Materials” pada Selasa (28/10) di Auditorium Merapi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama akademik antara Fakultas Geografi UGM dan Chiba University yang telah terjalin sejak lama.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Asanuma. Dr. Erlis berharap kolaborasi antara Chiba University dengan pihaknya dapat terjalin lebih baik dengan lingkup yang lebih luas.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “SDGs in Practice – Shared Integrative Ecosystem Management for a Sustainable Socio-Ecological Transition in Africa” dengan menghadirkan Mr. Andreas Bauer dari BOKU University, Austria, pada Kamis (23/10) di Auditorium Merapi Fakultas Geografi.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa baik dari program Sarjana, Magister, maupun Doktor Fakultas Geografi UGM.
Dalam paparannya, Andreas Bauer Bauer menekankan peran sains dalam implementasi SDGs. “Sains bukan hanya alat analisis, melainkan juga jembatan untuk membangun kolaborasi internasional dan memperluas pertukaran pengetahuan,” ungkapnya. Ia menambahkan, bahwa SDGs merupakan proses pembelajaran berkelanjutan yang harus terus diperbarui melalui temuan ilmiah dan inovasi.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara pelepasan wisudawan Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (21/10) di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi UGM. Sebanyak 31 lulusan dari program magister dan doktor resmi dilepas dalam kesempatan tersebut.
Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian para wisudawan serta kontribusinya terhadap Fakultas Geografi yang hingga kini menempati peringkat pertama di Indonesia. “Secara regional, kita sedang beranjak dari posisi empat besar di ASEAN dan terus berupaya meningkatkan reputasi di tingkat global,” ujarnya.

