Dalam upaya memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan resmi ke National Taiwan Normal University (NTNU) dan National Taiwan University (NTU) pada Minggu (2/11) hingga Jumat (7/11). Kunjungan tersebut sekaligus menindaklanjuti implementasi program beasiswa dan pertukaran pelajar, baik melalui skema pendanaan pemerintah Taiwan maupun mitra industri di negara tersebut hingga program riset kolaboratif.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya, baik pada jenjang sarjana maupun pascasarjana. Saat ini, berdasarkan QS World University Ranking by Subject bidang Geografi, Fakultas Geografi UGM tengah menempati peringkat pertama di Indonesia, kelima di ASEAN, ke-27 di Asia, dan ke-111 di tingkat global.
Sebagai upaya memperkuat mutu pendidikan sekaligus memperluas international exposure tersebut, Fakultas Geografi UGM mengoptimalkan kerja sama internasional dengan menginisiasi kegiatan akademik berskala internasional salah satunya melalui pengembangan program Double Degree.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan pakar dari Chiba University, Jepang, Prof. Dr. Hiroshi Asanuma, dalam kuliah umum yang bertajuk “Disaster Mitigation Based on Smart Structures/Materials” pada Selasa (28/10) di Auditorium Merapi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama akademik antara Fakultas Geografi UGM dan Chiba University yang telah terjalin sejak lama.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Asanuma. Dr. Erlis berharap kolaborasi antara Chiba University dengan pihaknya dapat terjalin lebih baik dengan lingkup yang lebih luas.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “SDGs in Practice – Shared Integrative Ecosystem Management for a Sustainable Socio-Ecological Transition in Africa” dengan menghadirkan Mr. Andreas Bauer dari BOKU University, Austria, pada Kamis (23/10) di Auditorium Merapi Fakultas Geografi.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa baik dari program Sarjana, Magister, maupun Doktor Fakultas Geografi UGM.
Dalam paparannya, Andreas Bauer Bauer menekankan peran sains dalam implementasi SDGs. “Sains bukan hanya alat analisis, melainkan juga jembatan untuk membangun kolaborasi internasional dan memperluas pertukaran pengetahuan,” ungkapnya. Ia menambahkan, bahwa SDGs merupakan proses pembelajaran berkelanjutan yang harus terus diperbarui melalui temuan ilmiah dan inovasi.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara pelepasan wisudawan Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (21/10) di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi UGM. Sebanyak 31 lulusan dari program magister dan doktor resmi dilepas dalam kesempatan tersebut.
Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian para wisudawan serta kontribusinya terhadap Fakultas Geografi yang hingga kini menempati peringkat pertama di Indonesia. “Secara regional, kita sedang beranjak dari posisi empat besar di ASEAN dan terus berupaya meningkatkan reputasi di tingkat global,” ujarnya.
Laboratorium Kartografi, Departemen Sains Informasi Geografi (SaIG), Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada(UGM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Nama Rupabumi dan Geografi: Sebuah Kelindan Literasi” pada Rabu (2/10) di Auditorium Merapi. Acara ini menghadirkan Harry Ferdiansyah, Ketua Tim Nama Rupabumi Badan Informasi Geospasial (BIG), sebagai narasumber.
Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2025 yang ditujukan untuk mengenalkan sekaligus memperluas pemahaman mereka mengenai pentingnya literasi geografi-toponimi dan pengaruhnya dalam berbagai aspek kehidupan.
Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi global dan transformasi digital yang mengubah wajah dunia usaha, menjadi mahasiswa bukan hanya soal menimba ilmu di dalam kelas. Pasalnya, masa kuliah menjadi waktu yang tepat untuk menyiapkan diri menjadi pribadi yang adaptif dan inovatif dalam menghadapi peluang karier yang semakin beragam, termasuk di sektor industri kreatif.
Dalam rangka mempersiapkan lulusan menghadapi dinamika dunia kerja, Unit Pengembangan Karier dan Alumni (UPKA) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar Career Development Talks #1 dengan mengusung tema “Creative Industry and Innovation”. Acara yang digelar dalam dua sesi, Jumat (19/09) dan Selasa (23/09), menghadirkan empat alumni inspiratif yang bergerak di dunia industri kreatif. Keempatnya adalah Sarono (alumni KPJ 2010), Diana Febrita (PW 2012), Nur Salam (KPJ 2012), dan Ja’far ‘Ayyasy (PW 2014). Forum ini diikuti sebanyak 55 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan alumni Fakultas Geografi UGM.
Mahasiswa Geografi UGM Teliti Budaya Adiluhung Pranata Mangsa sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan wilayah yang mempunyai keanekaragaman, mulai dari kesenian hingga kebudayaan, salah satunya adalah Pranata Mangsa, sistem penanggalan tradisional Jawa yang telah menjadi pedoman utama bagi petani dan nelayan.
Penerapan pranata mangsa menunjukkan bahwa orang Jawa tidak akan pernah lepas dari lingkungan. Sejak zaman dahulu, orang Jawa telah berpandangan bahwa perubahan cuaca dan musim menentukan apa yang harus dilakukan oleh mereka, misalnya dalam urusan bercocok tanam dan berlayar. Akan tetapi, di tengah perubahan iklim dengan pola musim dan cuaca yang tidak menentu, telah merubah kodrat alam menjadi menyimpang, kemarau menjadi hujan, pun sebaliknya musim hujan beralih ke kemarau.
Tiga mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkesempatan memaparkan hasil riset yang tengah mereka lakukan dalam kegiatan Summer Course TWINCLE Program yang digelar di Chiba University, Jepang, pada 24 Juli – 8 Agustus 2025.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Dini Rachmadhani dari Magister Penginderaan Jauh (MPJ), Sri Utami dari Magister Perencanaan dan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS), serta Rahma Izzatun Nabiha dari program Sarjana Kartografi dan Penginderaan Jauh.
Dunia saat ini tengah menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim. Mandat global, termasuk yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), menegaskan pentingnya pengurangan emisi serta penerapan pembangunan rendah karbon (low carbon development).
Kondisi ini mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang lingkungan seiring dengan transisi menuju ekonomi hijau (green economy) dan target net-zero emission. Laporan ILO (2022) bahkan memperkirakan transisi tersebut akan menciptakan 24 juta lapangan kerja baru secara global pada 2030.

