Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara Studium Generale bertajuk Regional Development dengan menghadirkan dua keynote speakers, Femke Van Noorloos dari Utrecht University dan Prof. Rijanta dari Fakultas Geografi UGM di Auditorium Merapi pada Rabu (19/2). Keduanya membahas isu-isu seputar urbanisasi, tantangan pembangunan, dan dampak dari kota baru. Femke mengangkat tema “An Overview on Urban Development, Frontier and New City”, sedang Prof. Rijanta dengan tema “Rural-Urbanization in the Vicinity of Nusantara”.
SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Permasalahan lingkungan kian menjadi persoalan kompleks dengan dampak yang semakin meluas dan mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Di wilayah Jawa sendiri persoalan seperti halnya sampah, Daerah Aliran Sungai (DAS), dan kebencanaan kini menjadi isu strategis. Isu-isu ini kemudian menjadi arahan utama bagi Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) dalam upaya penyelesaiannya.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusdal LH wilayah Jawa, Puji Iswari, S.Hut., M.Si., dalam audiensi dengan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (11/2) di Gedung KLMB Fakultas Geografi UGM.
Fakultas Geografi (FGE) Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kolaborasi riset dengan CNRS Orleans Campus dan University of Cambridge pada Jumat (24/1) hingga Kamis (30/1). Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami proses pembentukan dan evolusi magma di Gunung Rinjani dan Gunung Tambora, yang memiliki dampak signifikan terhadap iklim Bumi pada tahun 1257 dan 1815.
Dalam penelitian ini, Dr. Indranova Suhendro, dosen Fakultas Geografi UGM, bersama dengan Prof. Clive Oppenheimer dari University of Cambridge, serta Dr. Gaelle Prouteau, Dr. Bruno Scaillet, dan Dr. Stephane Scaillet dari CNRS Orleans Campus melakukan pengambilan sampel lapangan di dua gunung yang terletak di Lombok dan Sumbawa tersebut.
Keindahan pantai di Gunungkidul, Yogyakarta, kembali dikejutkan oleh sebuah tragedi. Sebanyak 13 siswa dari Mojokerto terseret arus setelah berkunjung ke pantai Drini beberapa pekan lalu. Meskipun kejadian serupa bukanlah yang pertama kali, insiden ini kembali mengingatkan kita akan potensi bahaya yang tersembunyi di balik keindahan pantai, khususnya terkait fenomena arus balik atau rip current.
Bachtiar Wahyu Mutaqin, seorang pakar Geomorfologi dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan bahwa fenomena rip current adalah proses alam yang dapat terjadi di hampir semua pantai di Indonesia. Arus ini terbentuk ketika gelombang laut yang datang ke pantai bergerak secara horizontal, menekan ke arah daratan, sementara perbedaan kedalaman laut menciptakan tekanan lebih tinggi di beberapa titik. Ketika gelombang itu bertemu, terciptalah arus balik yang bergerak dengan cepat menuju laut lepas.
Pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat dapat mendorong urbanisasi, yang pada akhirnya meningkatkan emisi karbon ke udara dan memengaruhi perubahan iklim global. Untuk memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, diperlukan perencanaan yang matang. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah penggunaan lahan secara berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Prof. Shew-Jiuan Su, Ph.D., Profesor Departemen Geografi dan Associate Vice President for General Affairs di National Taiwan Normal University, pada acara Geotalk 2025 di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (22/1). Ia menekankan bahwa perencanaan tata guna lahan yang berkelanjutan merupakan kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
The 17th International Asian Urbanization Conference (IAUC) 2025 sukses digelar di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali, pada 14 hingga 16 Januari 2025. Dengan mengusung tema “Rethinking Sustainable Urban Development”, konferensi ini diselenggarakan oleh Centre for Southeast Asian Social Studies (CESASS) atau Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) Universitas Gadjah Mada (UGM), yang didukung oleh Fakultas Geografi UGM.
Konferensi dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Rini Rachmawati, Ketua Pelaksana sekaligus Guru Besar Ilmu Geografi Perkotaan UGM, dan Prof. George Pomeroy, Direktur Eksekutif Asian Urban Research Association (AURA). Dekan Fakultas Geografi UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, turut meresmikan acara ini.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mampu mengubah batas-batas pengetahuan. Kemajuan tersebut dapat memunculkan teknologi disruptif yang berdampak besar pada masyarakat perkotaan, seperti metaverse, digital twins, dan berbagai konsep menarik lainnya.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Prof. Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T., dosen Fakultasi Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama timnya berjudul “Metaverse, Digital Twins, and Smart Sustainable Urban Development Concepts for Nusantara Capital City, Indonesia” ini menekankan bagaimana konsep-konsep seperti kembaran digital, metaverse, dan pembangunan perkotaan berkelanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan Nusantara dan menjadi salah satu terobosan inovasi dalam pembangunan ibu kota.
Pulau-pulau kecil dengan kepadatan penduduk yang tinggi sering kali menghadapi masalah lingkungan yang cukup serius, salah satunya adalah pencemaran air akibat limbah domestik. Ditambah lagi jika wilayah tersebut tidak memiliki pengelolaan air limbah yang memadai, pencemaran dari sumber domestik dapat mempengaruhi kesehatan ekosistem laut.
Fenomena inilah yang menjadi latar belakang Dr. Rika Harini, S.Si., MP., dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim untuk memilih Pulau Bungin, salah satu pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi yang terletak di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebagai fokus studi pada penelitian ini.
Kesehatan mental semakin menjadi perhatian di tengah tantangan kehidupan masyarakat urban. Berdasarkan laporan DataIndonesia.com, Jakarta berada di peringkat 10 besar kawasan perkotaan dunia yang paling stres pada tahun 2021. Ditambah lagi faktor lingkungan di kota besar seperti Jakarta juga mempengaruhi stres pada masing-masing individu.
Fenomena ini menjadi cikal bakal bagi tim GeoZen dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menghadirkan solusi perencanaan tata ruang dan manajemen perkotaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui karya berjudul “GreenZen: WebGIS Informasi Ruang Terbuka Hijau Publik Guna Merespons Distres Psikologis Masyarakat di DKI Jakarta.”
Tim Jamaah Geografi dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Jak Space University, bagian dari Jakarta Satu Festival. Lewat karya berjudul “Fire of Jakarta: Menilik Aspek Kerentanan Sebagai Decision Support System Perencanaan Mitigasi Berkelanjutan”, mereka mengungguli 50 tim lain dari universitas di seluruh Indonesia.
Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Jakarta Satu ini, Tim Jamaah Geografi UGM menyajikan analisis spasial kecamatan yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran di Provinsi DKI Jakarta.