Kebutuhan akan pemahaman mendalam terkait isu pembangunan berkelanjutan dan net zero development kian krusial. Pengetahuan ini tidak cukup berhenti pada tataran kebijakan maupun diskusi para pakar, melainkan perlu menjangkau masyarakat luas agar terbentuk kesadaran kolektif. Dalam konteks tersebut, sektor pendidikan memegang peranan strategis sebagai motor penggerak perubahan perilaku serta pola pikir lintas generasi.
Hal ini disampaikan Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam kegiatan Indonesia Net Zero Networks Seminar yang diselenggarakan Fakultas Geografi UGM sebagai implementing partner bersama University of Leeds, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Resilience Development Initiative pada Senin (26/01/26) di Yogyakarta.


