Konsorsium Indonesia–Belanda melalui Indonesia–Netherlands Universities Consortium on Sustainable Futures (INUCoST) menargetkan dua luaran utama berupa artikel jurnal internasional dan buku referensi hasil penelitian. Riset tersebut turut melibatkan tim Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui kajian Smart Cities and Digital Inclusion berjudul “Towards Smart Cities and Smart Urbanism: A Study on Citizen Knowledge, Democratic Governance, and Inclusive Development in IKN and Its Surrounding Areas”.
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam mendukung program perhutanan sosial di wilayah kerja Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Senin (09/02/26) sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Unit Kerja Sama Dalam Negeri Fakultas Geografi UGM, Dr. Nur Mohammad Farda, S.Si., M.Cs., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen Fakultas Geografi UGM untuk mendukung berbagai program yang dicanangkan Balai Perhutanan Sosial, khususnya yang berkesinambungan dengan bidang keilmuan geografi.
Prof. Dr. Lutfi Muta’ali, S.Si., M.T., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pembangunan Wilayah Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (10/02/26) di Balai Senat UGM.
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Pembangunan Wilayah dalam Perspektif Geografi: Mengintegrasikan Ruang, Lingkungan, dan Keadilan Sosial”, ia menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak dapat dipahami semata dari sudut pandang ekonomi dan infrastruktur, melainkan harus menyatukan antara ruang, daya dukung lingkungan, dan distribusi keadilan guna menghadapi tantangan global yang kompleks.
Kebutuhan akan pemahaman mendalam terkait isu pembangunan berkelanjutan dan net zero development kian krusial. Pengetahuan ini tidak cukup berhenti pada tataran kebijakan maupun diskusi para pakar, melainkan perlu menjangkau masyarakat luas agar terbentuk kesadaran kolektif. Dalam konteks tersebut, sektor pendidikan memegang peranan strategis sebagai motor penggerak perubahan perilaku serta pola pikir lintas generasi.
Hal ini disampaikan Dr. Erlis Saputra, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam kegiatan Indonesia Net Zero Networks Seminar yang diselenggarakan Fakultas Geografi UGM sebagai implementing partner bersama University of Leeds, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Resilience Development Initiative pada Senin (26/01/26) di Yogyakarta.
Sebanyak 33 mahasiswa Program Studi Geografi Lingkungan angkatan 2023 dan 2024 melakukan kunjungan ke sejumlah instansi selama tiga hari, Senin (26/01/26) hingga Rabu (28/01/26). Melalui tema “Integrating Spatial Planning and Resource Management: Developing Environmental Collaboration”, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung sekaligus pengenalan dunia kerja khususnya di bidang geografi.
Instansi yang dikunjungi meliputi Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, PT Perikanan Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Badan Informasi Geospasial (BIG).
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Selasa (27/01/26) di Ruang A201 Fakultas Geografi UGM. Kunjungan akademik ini dilaksanakan dalam rangka penjajakan dan penguatan kerja sama pendidikan dan penelitian antar kedua institusi.
Kunjungan tersebut menjadi forum diskusi strategis untuk melanjutkan serta memperluas kemitraan yang telah terjalin sebelumnya. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak menyepakati sejumlah tindak lanjut, termasuk pembaruan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tingkat universitas (University-to-University/U-to-U), yang difasilitasi dan disaksikan oleh Fakultas Geografi UGM dan Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) UKM.
The Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada welcomed a delegation from Ibaraki University, Japan, as part of ongoing efforts to strengthen international academic collaboration in the fields of Earth Sciences and Geography, on Tuesday (27/01/26).
The visiting delegation consisted of Prof. Takeshi Hasegawa and Prof. Festus Tongwa Aka from the Department of Earth Sciences, Faculty of Science, Ibaraki University, accompanied by Kazuki Ishii (Ph.D. candidate), Yuzuki Seki, and Mina Sakamoto (Ibaraki University staff).
Awal tahun 2026 diperkirakan berada dalam periode kerentanan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius baik terhadap keselamatan jiwa, infrastruktur, ketahanan pangan, dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.
Menghadapi situasi tersebut, Pakar Kebencanaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Sc. Andung Bayu Sekaranom, S.Si., M.Sc., mengatakan bahwa diperlukan langkah mitigasi yang dilakukan secara menyeluruh. Mitigasi dapat dilakukan melalui pendekatan nonstruktural seperti tindakan dini berbasis anticipatory action dan ekosistem serta pendekatan struktural dalam pengelolaan dan pengendalian dampak fisik bencana.
Sebuah pertemuan singkat namun berkesan telah mengantarkan Andrew Mulabbi pada pilihannya untuk melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat itu, seorang dosen UGM berkunjung ke Uganda dan meninggalkan kesan mendalam bagi Andrew, bukan semata pada institusi asalnya, melainkan karena cara sang dosen membagikan ilmu dihadapan mahasiswa sarjana di salah satu perguruan tinggi tempat ia menempuh studi. Dari sanalah keinginan Andrew untuk melanjutkan studi ke Indonesia mulai tumbuh.
Andrew, yang akrab disapa demikian, kemudian melanjutkan pendidikan magister di Fakultas Geografi UGM melalui program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang atau KNB, sebuah skema beasiswa pemerintah Indonesia bagi negara negara berkembang. Keinginan tersebut menjadi bagian dari visinya untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya, menjadi dosen layaknya dosen UGM yang pernah ia kenalinya itu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa pada akhir 2025 hingga memasuki 2026, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak perubahan iklim global yang semakin nyata dan memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem.
Pakar Hidrometeorologi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir muncul siklon tropis yang sangat berpengaruh terhadap cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat, baik di wilayah utara maupun selatan Indonesia.

